Akurat

Anggaran Kementerian ESDM Tembus Rp8,1 Triliun di RAPBN 2026, Ini Rinciannya

Camelia Rosa | 14 Juli 2025, 17:22 WIB
Anggaran Kementerian ESDM Tembus Rp8,1 Triliun di RAPBN 2026, Ini Rinciannya

AKURAT.CO Komisi XII DPR RI menyepakati Pagu Anggaran Kementerian ESDM RI Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp8.117.997.491.000. Demikian diputuskan dalam Rapat Kerja (raker) antara Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025). 

Jika dirinci, Sekretariat Jenderal (Setjen) KESDM mendapat alokasi Rp565,2 miliar, Inspektorat Jenderal (Itjen) KEDM Rp138,7 miliar, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) Rp3,1 triliun, Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan Rp731,7 miliar, Dewan Energi Nasional (DEN) Rp7,6 juta dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Rp729,4 miliar.
 
Kemudian, Badan Geologi Rp695,7 miliar, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Rp323,3 miliar, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Rp880,4 miliar, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Rp102,3 miliar, dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Rp70 juta. 
 
 
"Pak Sekjen sudah cocok angka? Cocok ya? Oke kita sepakat, kita ketok," ujar Wakil Ketua Komisi XII, Bambang Haryadi seraya mengetok palu raker. 
 
Ia menambahkan, Komisi XII DPR RI juga mengapresiasi capaian Kementerian ESDM RI yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun 2024 dan meminta semua rekomendasi BPK RI untuk ditindaklanjuti.
 
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mensyukuri atas perolehan WTP dari BPK untuk Kementerian ESDM tersebut. Menurutnya hal ini diperoleh dari dukungan dari Komisi XII. Bahlil juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan realisasi PNBP sektor ESDM hingga akhir Juni 2025 telah mencapai Rp117,11 triliun atau sekitar 46% dari target Rp254 triliun untuk 2026. 
 
"Jadi insya Allah untuk target APBN bisa kita capai secara keseluruhan untuk 2025, sekalipun memang kerjanya berat, Bapak-Ibu semua ini memang kerjanya berat karena harga komoditas lagi pasang surut," tukas Bahlil. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.