BI Prediksi Rupiah 2026 di Rp16.000 hingga Rp16.500, Stabilitas Jadi Fokus Utama

AKURAT.CO Di tengah dinamika global yang mempengaruhi arus modal dan tekanan eksternal, Bank Indonesia (BI) tetap optimistis menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada 2026.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp16.500 per dolar AS.
Optimisme tersebut disampaikan Perry dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (3/7/2025). Menurutnya, stabilitas rupiah akan terus dijaga secara konsisten melalui berbagai instrumen intervensi, termasuk di pasar offshore non-delivery forward (NDF), domestic NDF, dan pasar spot domestik.
Baca Juga: Inflasi Stabil di Juni 2025, BI Optimistis Ekonomi Makin Tangguh Hadapi Global Shock
“Cadangan devisa kami cukup besar, yaitu USD152,5 miliar per Mei 2025. Ini menjadi salah satu fondasi dalam menjaga nilai tukar,” ujar Perry.
Stabilitas nilai tukar rupiah disebut krusial untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Perry menambahkan, sejumlah indikator mendukung arah penguatan rupiah ke depan, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi rendah, dan imbal hasil investasi yang menarik.
BI mencatat bahwa pada 8 April 2025, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16.865 per dolar AS, namun menguat kembali menjadi Rp16.235 pada akhir Juni. Pergerakan ini menunjukkan efektivitas respons kebijakan BI dalam meredam gejolak nilai tukar.
Baca Juga: BI Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas di Tengah Dinamika Modal Asing
Dari sisi eksternal, ketahanan ekonomi nasional juga ditopang oleh surplus neraca perdagangan serta kinerja ekspor nonmigas.
Meskipun sempat terjadi capital outflow sebesar USD2,4 miliar pada triwulan II 2025, arus investasi portofolio mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Perry menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor dan mendorong iklim penanaman modal asing guna memperkuat posisi eksternal Indonesia.
"Dengan fondasi makroekonomi yang kuat, BI optimistis stabilitas nilai tukar akan tetap terjaga dalam jangka menengah," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









