Akurat

Impor Mesin dan Kendaraan Naik, Ketergantungan Teknologi Asing Menguat

Demi Ermansyah | 1 Juli 2025, 14:15 WIB
Impor Mesin dan Kendaraan Naik, Ketergantungan Teknologi Asing Menguat

AKURAT.CO Lonjakan impor barang-barang teknologi seperti mesin dan kendaraan bermotor kembali menunjukkan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan teknologi dari luar negeri.

Dalam laporan terbarunya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sepanjang Januari-Mei 2025, mesin/peralatan mekanis dan perlengkapan elektrik menjadi penyumbang utama impor nasional.

Komoditas mesin atau peralatan mekanis menyumbang USD13,82 miliar, diikuti oleh mesin atau perlengkapan elektrik sebesar USD12,18 miliar. Impor kendaraan dan bagiannya juga cukup besar, yakni mencapai USD4,31 miliar.

Baca Juga: Beda Garis Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia, Mana Yang Benar?

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan bahwa angka tersebut menjadi cerminan dari kebutuhan industri nasional terhadap teknologi dan peralatan produksi yang belum dapat dipenuhi oleh manufaktur domestik.

“Mesin dan perlengkapan elektrik masih menjadi andalan industri, terutama yang terkait dengan otomasi dan manufaktur berbasis teknologi tinggi,” kata Pudji dalam pemaparan data, Selasa (1/7/2025).

BPS mencatat, impor terbesar masih berasal dari China dengan nilai USD33,12 miliar, disusul Jepang (USD6,31 miliar) dan Singapura (USD3,89 miliar). Ketiganya dikenal sebagai eksportir utama produk teknologi tinggi dan kendaraan bermotor.

Baca Juga: BPS: Curah Hujan Tinggi Ancam Produktivitas Petani

Secara keseluruhan, total impor Indonesia selama Januari-Mei 2025 mencapai USD96,60 miliar atau naik 5,45% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, USD82,96 miliar merupakan impor nonmigas yang tumbuh 7,92%, sedangkan impor migas justru menurun 7,44% menjadi USD13,64 miliar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.