Akurat

Bank Dunia Sebut Program 3 Juta Rumah Katalisator Pertumbuhan Ekonomi

M. Rahman | 23 Juni 2025, 23:52 WIB
Bank Dunia Sebut Program 3 Juta Rumah Katalisator Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Bank Dunia dalam laporannya yang bertajuk "People-First Housing: A Roadmap from Homes to Jobs to Prosperity in Indonesia" menggarisbawahi potensi sektor perumahan sebagai katalisator pertumbuhan yang inklusif.

Tujuan pemerintah untuk menyediakan 3 juta unit rumah per tahun sejalan dengan strategi “mengutamakan rakyat”.

Dengan investasi publik tahunan sebesar USD3,8 miliar, program perumahan dapat menciptakan lebih dari 2,3 juta lapangan kerja dan memobilisasi USD2,8 miliar modal swasta sekaligus meningkatkan kondisi kehidupan dan peluang ekonomi bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Untuk keberhasilan program 3 juta rumah, Bank Dunia merekomendasikan empat tindakan yang perlu dilakukan pemerintah.

Pertama, memperluas investasi di bidang perumahan dan infrastruktur. Kedua, mereformasi pembiayaan perumahan publik untuk memobilisasi modal swasta. Ketiga, mengintegrasikan ketahanan bencana ke dalam kebijakan perumahan, dan terakhir, memperkuat tata kelola dan koordinasi di berbagai sektor dan tingkat pemerintahan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kejar 2 Juta Rumah Rakyat Terenovasi di 2025, Butuh Anggaran Rp43,6 Triliun

"Program perumahan di Indonesia bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga tentang membangun ekonomi yang lebih kuat dan inklusif. Dengan mengutamakan masyarakat dan menyelaraskan kebijakan perumahan dengan infrastruktur, keuangan, dan ketahanan bencana, Indonesia dapat membuka jalan baru menuju kemakmuran," ujar Habib Rab, Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia. 

Senada, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk, menilai pemerintah bertindak sebagai penyedia perumahan, dan fasilitator perumahan.

Untuk menarik investasi swasta, Pemerintah dapat menghilangkan campur tangan yang tidak semestinya dalam memengaruhi harga dan alokasi sumber daya di pasar. Dengan demikian, program perumahan ini bisa menciptakan lingkungan yang menarik investasi swasta.

"Pembangunan perumahan adalah mesin pertumbuhan. Ini menyumbang 10% terhadap PDB Indonesia dan menyediakan 7% dari total pekerjaan," kata Carolyn Turk.

"Selain itu, program strategis ini juga dapat meningkatkan kapasitas ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih baik. Lebih banyak lapangan kerja yang akan menguntungkan semua orang Indonesia," katanya lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa