Bank Dunia Sebut Program 3 Juta Rumah Katalisator Pertumbuhan Ekonomi

AKURAT.CO Bank Dunia dalam laporannya yang bertajuk "People-First Housing: A Roadmap from Homes to Jobs to Prosperity in Indonesia" menggarisbawahi potensi sektor perumahan sebagai katalisator pertumbuhan yang inklusif.
Tujuan pemerintah untuk menyediakan 3 juta unit rumah per tahun sejalan dengan strategi “mengutamakan rakyat”.
Dengan investasi publik tahunan sebesar USD3,8 miliar, program perumahan dapat menciptakan lebih dari 2,3 juta lapangan kerja dan memobilisasi USD2,8 miliar modal swasta sekaligus meningkatkan kondisi kehidupan dan peluang ekonomi bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Untuk keberhasilan program 3 juta rumah, Bank Dunia merekomendasikan empat tindakan yang perlu dilakukan pemerintah.
Pertama, memperluas investasi di bidang perumahan dan infrastruktur. Kedua, mereformasi pembiayaan perumahan publik untuk memobilisasi modal swasta. Ketiga, mengintegrasikan ketahanan bencana ke dalam kebijakan perumahan, dan terakhir, memperkuat tata kelola dan koordinasi di berbagai sektor dan tingkat pemerintahan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kejar 2 Juta Rumah Rakyat Terenovasi di 2025, Butuh Anggaran Rp43,6 Triliun
"Program perumahan di Indonesia bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga tentang membangun ekonomi yang lebih kuat dan inklusif. Dengan mengutamakan masyarakat dan menyelaraskan kebijakan perumahan dengan infrastruktur, keuangan, dan ketahanan bencana, Indonesia dapat membuka jalan baru menuju kemakmuran," ujar Habib Rab, Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia.
Senada, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk, menilai pemerintah bertindak sebagai penyedia perumahan, dan fasilitator perumahan.
Untuk menarik investasi swasta, Pemerintah dapat menghilangkan campur tangan yang tidak semestinya dalam memengaruhi harga dan alokasi sumber daya di pasar. Dengan demikian, program perumahan ini bisa menciptakan lingkungan yang menarik investasi swasta.
"Pembangunan perumahan adalah mesin pertumbuhan. Ini menyumbang 10% terhadap PDB Indonesia dan menyediakan 7% dari total pekerjaan," kata Carolyn Turk.
"Selain itu, program strategis ini juga dapat meningkatkan kapasitas ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih baik. Lebih banyak lapangan kerja yang akan menguntungkan semua orang Indonesia," katanya lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









