Akurat

PMI Manufaktur China Anjlok, Tekanan Ekonomi Semakin Menguat

Demi Ermansyah | 3 Juni 2025, 18:15 WIB
PMI Manufaktur China Anjlok, Tekanan Ekonomi Semakin Menguat

AKURAT.CO Aktivitas manufaktur China kembali menunjukkan pelemahan tajam pada Mei 2025. Survei swasta yang dilakukan Caixin dan S&P Global menunjukkan bahwa sektor manufaktur tengah menghadapi tekanan berat, baik dari sisi permintaan domestik maupun luar negeri.

Dikutip dari laman reuters, Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Caixin tercatat turun drastis ke level 48,3 pada Mei, dari 50,4 pada bulan sebelumnya.

Angka ini tidak hanya berada di bawah ambang batas 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi tetapi juga merupakan yang terendah sejak September 2022.

“Pasokan dan permintaan di sektor manufaktur sama-sama mengalami penurunan. Terutama, permintaan luar negeri yang terus melemah,” ujar Ekonom Senior Caixin Insight Group, Wang Zhe.

Baca Juga: Hiraukan Tekanan Tarif AS, Aktivitas Manufaktur China Kembali Tumbuh

Merosotnya pesanan baru dan produksi menjadi indikator utama pelemahan tersebut. Di sisi lain, perusahaan manufaktur juga mulai memangkas pembelian dan mengurangi tenaga kerja, mencerminkan kehati-hatian yang semakin meningkat.

Kendati pelonggaran tarif perdagangan sejak pertengahan Mei sempat memberikan angin segar, hal itu belum cukup untuk menahan laju kontraksi industri.

Wang menyebut indikator makroekonomi utama menunjukkan pelemahan tajam di awal kuartal kedua tahun ini, yang menandakan tekanan terhadap ekonomi China makin besar.

"Sektor manufaktur China sebelumnya mendapat dorongan dari ekspor yang kuat. Namun, kondisi geopolitik yang tidak stabil, termasuk ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat, membuat sentimen bisnis kian rentan. Terlebih lagi, sektor properti yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan," paparnya.

Survei Caixin cenderung lebih mencerminkan kondisi di sektor swasta dan perusahaan kecil-menengah. Ini berbeda dengan survei resmi yang fokus pada perusahaan milik negara dan industri besar.

Baca Juga: Sektor Jasa dan Manufaktur China Kembali Bangkit Berkat Stimulus

“Lingkungan perdagangan saat ini sangat tidak pasti, dan semua mata tertuju pada kebijakan lanjutan pemerintah serta pemulihan sektor properti,” kata Raymond Yeung, Kepala Ekonom Wilayah Besar China di ANZ Group.

Kendati begitu, laporan tersebut menyebutkan bahwa sentimen terhadap produksi masa depan mengalami sedikit perbaikan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku industri masih berharap pada pembalikan arah kebijakan dan pemulihan pasar global dalam beberapa bulan ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.