Akurat

Mengenal TACO, Sindiran Manuver Tarif Trump yang Tak Konsisten

Demi Ermansyah | 29 Mei 2025, 17:40 WIB
Mengenal TACO, Sindiran Manuver Tarif Trump yang Tak Konsisten

AKURAT.CO Kebijakan dagang Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi penyebab utama gejolak pasar finansial global. Bursa saham, nilai tukar, hingga obligasi pemerintah terus berfluktuasi mengikuti arah manuver tarif Trump yang berubah-ubah dalam hitungan hari.

Pasar mencatat lonjakan volatilitas usai Trump mengancam tarif sebesar 50 persen atas barang Eropa. Namun, pasar kembali menguat setelah ia menunda penerapan tarif selama sebulan untuk memberi ruang negosiasi.

Dikutip dari laman reuters, investor menamai pola agresif tersebut sebagai “TACO” atau Trump Always Chickens Out, sebuah sindiran atas kecenderungan Trump untuk mundur dari ancaman ekstrem yang sebelumnya ia lontarkan.

Istilah ini pertama kali muncul dalam kolom Financial Times dan kini menjadi bagian dari strategi spekulatif para investor.

“Setiap kali ia mengancam, pasar turun. Lalu ia tarik ancaman, pasar naik. Ini jadi pola yang bisa dibaca, tapi sangat melelahkan,” ujar analis senior di Goldman Sachs, Alan Greenspan.

Baca Juga: Imbas Tarif Trump, ICP April 2025 Turun ke USD65,29 per Barel

Strategi itu membuat indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatat fluktuasi tajam. Pada April, indeks Dow jatuh lebih dari 400 poin dalam sehari setelah Trump mengumumkan tarif terhadap puluhan mitra dagang. Beberapa jam kemudian, setelah presiden mengisyaratkan penangguhan, indeks tersebut justru melambung dan mencatat reli harian terbaik sejak 2008.

Di tengah ketidakpastian itu, investor kehilangan arah. Saham-saham sektor otomotif sempat terpukul setelah ancaman tarif terhadap mobil dan suku cadangnya diumumkan. Namun setelah pelonggaran dilakukan, saham kembali stabil, menunjukkan tingginya ketergantungan pasar terhadap ucapan presiden.

“Sulit melakukan perencanaan investasi jangka panjang dalam iklim seperti ini,” ujar Manajer portofolio dari Morgan Stanley, Eleanor Watanabe.

Eleanor menambahkan bahwa kepastian hukum dan arah kebijakan adalah fondasi utama pasar modal yang sehat.

Kritik juga datang dari sektor industri. Produsen otomotif menyatakan bahwa ancaman tarif bisa memukul rantai pasok dan menurunkan minat investasi. Sementara, konsumen diprediksi menghadapi lonjakan harga barang impor, mulai dari elektronik hingga kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Ekonom Sebut Sektor Manufaktur Ini Paling Terdampak Tarif Trump

Meskipun strategi “tarif sebagai senjata diplomasi” terkadang efektif dalam menghasilkan konsesi cepat, dampak jangka panjang terhadap kestabilan ekonomi global dinilai lebih besar.

“Ketika ancaman menjadi senjata utama, pasar menjadi ladang spekulasi, bukan lagi cerminan fundamental ekonomi,” ujar ekonom dari Harvard, Kenneth Rogoff.

Trump, dalam pembelaannya, menyatakan bahwa pendekatan tersebut berhasil. “Jika saya tidak menetapkan angka yang sangat tinggi, mereka tidak akan datang ke meja perundingan,” kata dia.

Namun, harga yang dibayar oleh pasar tampaknya tidak ringan. Ketidakpastian adalah musuh terbesar investor, dan saat ini, ketidakpastian itu berasal dari Gedung Putih sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.