Akurat

BI Dinilai Punya Ruang Pangkas Suku Bunga, Momentum Dorong Ekonomi Nasional

Demi Ermansyah | 19 Mei 2025, 14:20 WIB
BI Dinilai Punya Ruang Pangkas Suku Bunga, Momentum Dorong Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) dinilai masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuannya alias BI Rate sebanyak satu hingga dua kali pada tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam acara Economic Outlook Kuartal II-2025 yang digelar Bank Mandiri & Mandiri Sekuritas secara virtual, Senin (19/5/2025).

Andry memproyeksikan pemangkasan pertama dapat dilakukan paling cepat dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan ini. Sebab dirinya menilai, penurunan sebesar 25 basis poin dari 5,75% ke 5,5% memungkinkan, terutama jika stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga.

Baca Juga: Trump Kembali Tekan The Fed Segera Turunkan Suku Bunga

“Kita melihat ada ruang BI Rate dipangkas. Konsensus pasar ada di 5,25%, jadi mungkin ada ruang pemotongan 25 basis poin dalam waktu dekat,” ujar Andry.

Ia menambahkan, penurunan suku bunga akan menjadi langkah strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Momennya tepat, terutama jika BI ingin memberikan stimulus moneter tambahan di tengah tantangan global yang belum mereda,” katanya.

Baca Juga: Ekspektasi Pasar Bergeser, Pemangkasan Suku Bunga The Fed Makin Tidak Pasti

Menurut Andry, tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga tidak seberat pada kuartal I-2025. Di samping itu, tingkat suku bunga Indonesia dinilai masih kompetitif dibandingkan negara-negara lain.

Lebih jauh, ia juga menyinggung kemungkinan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, untuk menurunkan suku bunga sebanyak dua kali pada semester II-2025.

Hal ini diperkirakan menyusul potensi terjadinya pelemahan dolar AS di periode kedua pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Kalau kami melihat, ada kemungkinan pemangkasan Fed Fund Rate sebesar 50 basis poin dari 4,5% ke 4%. Kemungkinan besar akan terjadi di paruh kedua tahun ini,” imbuh Andry.

Kondisi tersebut, lanjutnya, bisa memberikan ruang yang lebih besar bagi BI untuk bersikap lebih akomodatif dalam kebijakan moneternya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.