Akurat

RI Gandeng Selandia Baru Perkuat Program MBG

Yosi Winosa | 16 Mei 2025, 22:56 WIB
RI Gandeng Selandia Baru Perkuat Program MBG

AKURAT.CO Indonesia dan Selandia Baru sepakat untuk mempererat kerja sama di sektor pertanian dan hortikultura dalam rangka mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso (Mendag Busan), dan Menteri Perdagangan dan Investasi Selandia Baru, Todd McClay, di sela Pertemuan Menteri Perdagangan APEC 2025 di Jeju, Kamis (15/5/2025).
 
Dalam pertemuan tersebut, Mendag Busan menyampaikan apresiasi atas komitmen Selandia Baru dalam mendukung upaya Indonesia meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat melalui kerja sama pertanian yang berkelanjutan.
 
Indonesia menilai Selandia Baru sebagai mitra strategis yang memiliki keunggulan dan keahlian di sektor tersebut.
 
“Kami mengapresiasi kesediaan Selandia Baru mendukung program MBG. Kerja sama pertanian dan hortikultura ini diharapkan menjadi landasan penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Mendag dalam keterangannya, Jumat (16/5/2025).
 
 
Selain sektor pangan, Indonesia juga mendorong pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional ke pasar Selandia Baru. Mendag Busan berharap produk UMKM Indonesia, yang memiliki keunikan dan daya saing tinggi, dapat lebih mudah menjangkau konsumen global.
 
Dalam konteks kerja sama regional, Indonesia juga menyampaikan harapan agar Selandia Baru dapat memberikan dukungan konkret terhadap proses aksesi Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
 
Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah pembentukan Accession Working Group Indonesia di forum CPTPP.
 
“Kami harap Selandia Baru bisa menjadi mitra utama dalam mempercepat aksesi Indonesia ke CPTPP, khususnya dalam memfasilitasi dialog teknis antarnegera anggota,” tegas Mendag Busan.
 
Melalui keanggotaan di CPTPP, Indonesia ingin mendorong integrasi perdagangan internasional yang lebih progresif, sekaligus memperluas peluang ekspor dan impor serta investasi dengan negara-negara anggota perjanjian tersebut.
 
Pemerintah menargetkan manfaat ekonomi dari perdagangan multilateral dapat dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha nasional.
 
Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Selandia Baru dalam proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
 
Pemerintah berharap Selandia Baru dapat terus memberikan pendampingan teknis dan bantuan keahlian dalam proses evaluasi dan harmonisasi kebijakan yang sesuai standar OECD, yang ditargetkan rampung pada 2027.
 
Menteri Todd McClay merespons positif ajakan kerja sama yang diajukan Indonesia. Ia menyatakan bahwa Selandia Baru siap memperkuat kemitraan dengan Indonesia, khususnya di bidang pertanian dan hortikultura untuk mendukung program MBG.
 
Menurutnya, Selandia Baru memiliki kapasitas yang besar untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas gizi dan ketahanan pangan di Indonesia.
 
“Selandia Baru memiliki keunggulan di sektor pertanian yang bisa dioptimalkan bersama Indonesia. Kami percaya bahwa kemitraan ini akan memberi manfaat konkret baik secara sosial maupun ekonomi,” ujar McClay.
 
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Selandia Baru merupakan pasar ekspor terbesar ke-36 dan sumber impor terbesar ke-27 bagi Indonesia. Pada triwulan I 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD476,90 juta, meningkat 16,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Selandia Baru mencakup bungkil minyak, batubara, trafo listrik, monitor dan proyektor, serta produk kayu. Sementara itu, impor dari Selandia Baru didominasi oleh produk olahan susu seperti susu dan krim, mentega, keju dan dadih, serta alat radar dan pakan ternak.
 
Pemerintah Indonesia optimistis kerja sama ini akan mendorong peningkatan perdagangan bilateral dan membawa manfaat strategis dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa