China Wanti-wanti Mitra Dagang yang Melunak ke AS
Demi Ermansyah | 22 April 2025, 11:39 WIB

AKURAT.CO Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China memasuki babak baru pasca Beijing mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara yang mempertimbangkan kesepakatan dagang dengan Washington yang dapat merugikan kepentingan China.
Menteri Perdagangan China, Weng Wentao menyatakan bahwa China dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan China dan akan mengambil tindakan balasan apabila hal tersebut terjadi.
Dikutip dari Reuters, Selasa (22/4/2025), pernyataan Wentao muncul di tengah upaya puluhan negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, untuk mendapatkan pengecualian dari tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
Sebagai imbalannya, AS meminta negara-negara tersebut untuk membatasi hubungan dagang mereka dengan China.
Beijing menuduh Washington melakukan intimidasi ekonomi dan hegemonisme, serta memperingatkan bahwa negara-negara yang tunduk pada tekanan AS berisiko menjadi korban dalam konflik dagang ini.
Tentunya situasi tersebut menempatkan banyak negara dalam posisi sulit, harus menyeimbangkan hubungan ekonomi dengan kedua kekuatan besar dunia tanpa merugikan kepentingan nasional mereka.
Seperti yang diketahui, sebelumnya, dalam upaya memperkuat posisi China di Asia Tenggara dan menghadapi tekanan perdagangan dari Amerika Serikat, Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam, Malaysia, dan Kamboja.
Di Vietnam, Xi Jinping bertemu dengan para pemimpin tinggi negara tersebut dan menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama, termasuk pembangunan jalur kereta api lintas batas dan peningkatan kerja sama ekonomi.
Kunjungan ini juga mencerminkan upaya China untuk memperkuat solidaritas regional dalam menghadapi kebijakan proteksionis AS. Xi Jinping menekankan bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang dan menyerukan kerja sama yang lebih erat di kawasan.
Dengan memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, China berharap dapat membentuk blok regional yang mampu menghadapi tekanan eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








