Akurat

RI Selalu Surplus Dagang dengan AS Selama Satu Dekade, Tembus USD4,32 Miliar di Maret 2025

Demi Ermansyah | 21 April 2025, 17:35 WIB
RI Selalu Surplus Dagang dengan AS Selama Satu Dekade, Tembus USD4,32 Miliar di Maret 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat selalu surplus dalam satu dekade terakhir, terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang terus meningkat.

Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, sejak 2015 hingga 2025, RI secara konsisten surplus perdagangan dengan AS, dengan capaian surplus tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar USD14,54 miliar, sedangkan terendah terjadi pada tahun 2016 sebesar USD8,04 miliar .

“Tren peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas, sementara untuk sektor migas Indonesia masih mengalami defisit,” ujar Amalia di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Baca Juga: Surplus Perdagangan RI Maret 2025 Naik ke USD4,33 Miliar di Tengah Perang Dagang

Pada periode Januari hingga Maret 2025, lanjutnya, neraca perdagangan Indonesia dengan AS mencatatkan surplus sebesar USD4,32 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD3,61 miliar.

Komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Amerika Serikat dalam periode ini meliputi mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian dan aksesori rajutan, alas kaki, serta produk minyak sawit.

“Ekspor ke AS menunjukkan komposisi yang cukup kuat, terutama pada sektor manufaktur dan industri berbasis padat karya seperti tekstil dan alas kaki,” kata Amalia.
 
Meski ekspor nonmigas mencatatkan kinerja positif, Indonesia masih mengalami defisit perdagangan di sektor migas dengan Amerika Serikat. Impor migas Indonesia dari AS terutama terdiri atas minyak mentah (crude petroleum oil), serta gas cair seperti liquified propane dan butane.

Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari AS meliputi berbagai komoditas, antara lain mesin dan peralatan mekanik, biji dan buah mengandung minyak, ampas industri makanan, perlengkapan elektronik, serta instrumen optik dan fotografi.

Dengan tren perdagangan yang positif, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat akses pasar ekspor ke Amerika Serikat, khususnya bagi produk-produk industri yang bernilai tambah.

“Momentum ini perlu dijaga dengan meningkatkan daya saing produk ekspor dan mendorong hilirisasi industri dalam negeri,” ucap Amalia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.