Trump Ingin Pecat Bos The Fed, Independensi Bank Sentral AS Mulai Terancam?

AKURAT.CO Hubungan antara Presiden AS, Donald Trump dan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, kembali memanas. Trump dilaporkan sedang mempelajari opsi untuk memecat Powell, langkah yang dinilai sejumlah ekonom berpotensi mengganggu independensi bank sentral Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut diungkap langsung oleh Direktur Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kevin Hassett, dimana dirinya menegaskan bahwa Presiden Trump masih mempelajari keputusan bijaksana apa yang harus diambil terkait The Fed.
"Kami bersama Presiden Trump masih mencari solusi tepat apa yang harus diambil terkait permasalahan The Fed ini," paparnya dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: Jadi Komoditas Politik, TikTok Dipakai Untuk Alat Tawar Perang Dagang oleh Trump
Usut punya usut, langkah tersebut muncul sehari pasca Trump secara terbuka mengkritik Powell karena tidak cukup cepat memangkas suku bunga. Trump menilai, The Fed terlalu lambat dalam merespons dinamika ekonomi dan justru berpotensi menghambat pertumbuhan menjelang pemilu.
“Kalau saya ingin dia keluar, dia akan keluar dengan sangat cepat, percayalah,” ujar Trump saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni di Gedung Putih.
Dalam penjelasannya, Hassett menyiratkan bahwa The Fed di bawah Powell telah bertindak dengan muatan politik. Ia menyebut, setelah Trump menang pada pemilu sebelumnya, The Fed justru menaikkan suku bunga dengan alasan antisipasi inflasi akibat pemotongan pajak.
Namun, lanjut Hassett, ketika pemerintahan Joe Biden mengeluarkan anggaran belanja besar-besaran, The Fed justru tidak memberikan respons yang setimpal. Bahkan, ia menuduh The Fed justru menurunkan suku bunga mendekati pemilu demi menguntungkan Partai Demokrat.
Pernyataan tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran serius. Para analis ekonomi memperingatkan bahwa tekanan politik terhadap The Fed berpotensi merusak kredibilitas dan independensi lembaga tersebut.
Sebab sejak dibentuk, The Fed dirancang untuk bekerja bebas dari intervensi politik demi menjaga kestabilan ekonomi jangka panjang.
Meski belum ada pernyataan jelas yang mengizinkan presiden untuk memecat Ketua The Fed tanpa alasan hukum kuat, diskursus ini sudah cukup mengguncang kepercayaan pasar.
Baca Juga: China Siapkan Jurus Rahasia Hadapi Tarif Trump
Beberapa pengamat, termasuk mantan pejabat Fed, menilai langkah semacam itu bisa menjadi bumerang bagi stabilitas ekonomi AS. Selain memicu gejolak pasar, hal ini bisa menurunkan kredibilitas internasional Amerika Serikat dalam mengelola kebijakan moneter.
“Penting bagi kita untuk menjaga jarak antara kebijakan moneter dan kepentingan politik jangka pendek,” ujar ekonom senior dari Brookings Institution, Lisa Cook.
Sementara itu, Powell sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman pemecatan ini. Namun hingga saat ini, ia tetap menegaskan komitmen The Fed untuk mengambil kebijakan berdasarkan data dan bukan tekanan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








