AKURAT.CO Ketika Presiden AS, Donald Trump terus menekan China dengan tarif bea masuk super tinggi, Perdana Menteri China, Li Qiang tidak tinggal diam.
Ia menyerukan agar pemerintah bergerak cepat dan tidak ragu mengeluarkan 'jurus pamungkas' dalam kebijakan ekonomi.
“Ekspektasi pasar itu kunci. Kalau kita nggak kelola dengan baik, bisa bikin ekonomi makin lesu. Jadi ya, kita harus bertindak cepat, berani, dan terkoordinasi,” kata Li dikutip dari laman CGTN, Sabtu (19/4/2025).
PM Li jelas menyoroti bahwa kondisi ekonomi sekarang butuh respons yang lebih dari sekadar rutinitas. Ia meminta agar para pembuat kebijakan mulai keluar dari zona nyaman dan berani mengambil langkah-langkah yang sebelumnya dianggap di luar pakem.
Dan semua ini terjadi saat pertumbuhan ekonomi China mulai dipertanyakan meski kuartal pertama 2025 sempat cerah.
PDB China memang tumbuh 5,4% berkat subsidi konsumen dan ekspor yang menyesuaikan diri dengan tarif. Tapi para analis tidak terlalu optimistis untuk kedepannya.
PDB China memang tumbuh 5,4% berkat subsidi konsumen dan ekspor yang menyesuaikan diri dengan tarif. Tapi para analis tidak terlalu optimistis untuk kedepannya.
Dalam beberapa minggu terakhir, proyeksi pertumbuhan dari UBS, Citigroup, hingga Societe Generale terus diturunkan, rata-rata ke kisaran 4% atau lebih rendah.
Situasi ini makin panas karena perang dagang AS-China belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Trump tetap pada pendiriannya, sementara Beijing juga nggak mau kalah. Balasan tarif, tekanan terhadap TikTok, hingga potensi divestasi ByteDance membuat hubungan kedua negara makin rumit.
Oleh karena itu di tengah situasi tersebut, menurut media resmi Economic Information Daily, China akan memaksimalkan pembangunan infrastruktur sebagai strategi penyeimbang.
Situasi ini makin panas karena perang dagang AS-China belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Trump tetap pada pendiriannya, sementara Beijing juga nggak mau kalah. Balasan tarif, tekanan terhadap TikTok, hingga potensi divestasi ByteDance membuat hubungan kedua negara makin rumit.
Oleh karena itu di tengah situasi tersebut, menurut media resmi Economic Information Daily, China akan memaksimalkan pembangunan infrastruktur sebagai strategi penyeimbang.
Obligasi pemerintah daerah senilai CNY2,7 triliun dijadwalkan terbit di kuartal dua, menjadi suntikan besar untuk menopang ekonomi domestik.
Tak hanya itu, pertemuan Politbiro yang akan digelar akhir bulan ini diprediksi akan jadi panggung penting untuk memperkenalkan kebijakan lanjutan. Termasuk kemungkinan stimulus tambahan dan langkah-langkah penyesuaian pasar yang lebih extraordinary.
Tak hanya itu, pertemuan Politbiro yang akan digelar akhir bulan ini diprediksi akan jadi panggung penting untuk memperkenalkan kebijakan lanjutan. Termasuk kemungkinan stimulus tambahan dan langkah-langkah penyesuaian pasar yang lebih extraordinary.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya









