Akurat

Manfaatkan Ketegangan AS-China, Vietnam Genjot Ekonomi dan Teknologi

Demi Ermansyah | 15 April 2025, 14:48 WIB
Manfaatkan Ketegangan AS-China, Vietnam Genjot Ekonomi dan Teknologi

AKURAT.CO DI tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, Vietnam secara strategis memanfaatkan posisi geografis dan ekonominya untuk memperkuat hubungan dengan Beijing. 

Dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping pada Senin (15/4/2025) lalu, Vietnam dikabarkan menandatangani 45 nota kesepahaman.
 
Nota tersebut yang mencakup sektor-sektor krusial seperti kecerdasan buatan, perdagangan pertanian, transportasi lintas batas, hingga kerja sama aviasi.
 
Kunjungan Xi ke Hanoi menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara berupaya saling melengkapi kebutuhan industri dan logistik masing-masing. Xi menekankan pentingnya peningkatan konektivitas infrastruktur sebagai kunci kemajuan ekonomi kawasan.
 
 
Sebagai negara yang selama ini menikmati limpahan investasi pasca-perang dagang AS–China, Vietnam kini memantapkan langkahnya dengan memperluas kerja sama di sektor teknologi tinggi dan transportasi. 
 
Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Foxconn dan Luxshare telah membuka pabrik besar di Vietnam untuk menghindari tarif tinggi dari AS.
 
“Kami ingin memperkuat konektivitas, teknologi, dan pengembangan SDM bersama China,” ujar Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh dikutip dari laman CGTN, Selasa (15/4/2025).
 
Tak hanya itu saja, pemerintah Vietnam juga berkomitmen mempercepat pembangunan tiga jalur kereta api strategis, termasuk jalur Lao Cai–Hanoi–Haiphong yang akan mempercepat pengiriman logistik ke pelabuhan utama.
 
"Sedangkan dalam sektor penerbangan, kami membuka ruang kerja sama lebih besar dengan produsen pesawat China, Commercial Aircraft Corporation of China Ltd (Comac)," ucapnya kembali. 
 
Pemerintah juga membuka izin impor untuk jenis pesawat tambahan dan mendorong Comac berinvestasi dalam pembangunan pusat perawatan pesawat di Vietnam.
 
“Kami melihat hasil positif dari kerja sama dengan Comac, sehingga hal ini menjadi peluang strategis bagi Vietnam dalam membangun kapasitas industri aviasi," ucapnya usai bertemu pimpinan perusahaan tersebut. 
 
Vietnam juga tengah berupaya menyeimbangkan neraca perdagangan dengan China, yang selama ini didominasi impor bahan baku dan barang modal. 
 
Adapn ekspor utama Vietnam seperti buah tropis, makanan laut, dan kopi menjadi salah satu fokus utama untuk mendorong keseimbangan perdagangan tersebut.
 
Kehadiran Xi Jinping di Hanoi, hanya beberapa hari setelah Washington menaikkan tarif terhadap produk China, menegaskan pentingnya peran Vietnam dalam strategi ekonomi Beijing di Asia Tenggara.
 
Tur Xi selanjutnya ke Malaysia dan Kamboja diperkirakan akan membawa pesan serupa, memperkuat blok regional untuk menghadapi tantangan global.
 
Melalui strategi tersebut Vietnam bukan hanya menjadi alternatif jalur ekspor China, tetapi juga aktor penting dalam membentuk arsitektur ekonomi baru di kawasan.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.