Investor Ritel Lepas Saham, Institusi Domestik Isi Ruang di Bursa

AKURAT.CO Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat hampir 5% pada Kamis (10/4) mendorong investor ritel domestik melakukan aksi ambil untung (profit taking).
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BEI, Iman Rachman, yang menyebut giliran investor institusi domestik masuk ke pasar.
"Karena harganya naik hampir 5 persen di tanggal 10 April, yang terjadi adalah ritel take profit, jadi mereka net sale. Nah yang menarik adalah justru investor domestik institusi mulai mengambil alih peran," ujar Iman dalam webinar di Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga: IHSG Rebound, Analis: Saat Market Jatuh Justru Ada Peluang Yang Bisa Diambil
Lebih lanjut dirinya menyebut fenomena ini menggambarkan adanya kepercayaan dari investor domestik, baik ritel maupun institusi, terhadap prospek pasar saham nasional.
Hal ini didorong oleh valuasi saham-saham blue chip yang dianggap sudah cukup murah dan menarik untuk dikoleksi.
“Domestik kita cukup punya confidence untuk membeli saham-saham kita,” tegas Iman.
Di sisi lain, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tekanan dari luar negeri masih membayangi.
Baca Juga: IHSG Menghijau, 5 Emiten Ini Malah Terjun Bebas
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyebut modal asing keluar bersih (net outflow) dari pasar saham RI per 27 Maret 2025 mencapai Rp29,92 triliun secara year-to-date (ytd).
Seiring dengan itu, IHSG juga tercatat melemah sebesar 8,04% secara ytd ke level 6.510,62.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










