BYD Melaju Kencang, Tesla kian Tertinggal, Kok Bisa?

AKURAT.CO Persaingan di industri kendaraan listrik semakin memanas. BYD, produsen mobil listrik asal China, mencatatkan angka penjualan yang luar biasa sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Dengan total pengiriman 986.098 unit dalam tiga bulan pertama tahun 2024, BYD menunjukkan pertumbuhan 58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dikutip dari laman Reuters, jumlah tersebut sebanyak 416.388 unit adalah kendaraan listrik murni, sementara sisanya merupakan mobil hybrid.
Sebaliknya, Tesla diperkirakan hanya mampu menjual sekitar 340.000 hingga 377.000 unit pada kuartal pertama. Performa Tesla yang melambat ini sebagian dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk citra CEO Elon Musk yang kontroversial serta persaingan ketat di pasar global, khususnya di China.
Baca Juga: Aduh, Tesla Jadi Merek Dengan Penarikan Kendaraan (Recall) Terbanyak di 2024
Tentunya, keberhasilan BYD dalam mendominasi pasar kendaraan listrik tak lepas dari beberapa strategi utama. Salah satunya adalah inovasi teknologi, seperti pengemudian cerdas tanpa biaya tambahan dan sistem pengisian daya super cepat yang memungkinkan jarak tempuh 400 kilometer hanya dalam lima menit.
Selain itu, BYD juga berhasil memanfaatkan ekosistem produksi yang kuat di China, yang memungkinkan mereka menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif dibandingkan Tesla.
Sementara Tesla menghadapi tantangan tarif perdagangan dari AS dan Uni Eropa, BYD tetap agresif menargetkan ekspor sebanyak 800.000 unit pada tahun ini, membuktikan ambisi mereka untuk merajai pasar global.
Saham Tesla Turun, BYD malah Naik
Performa pasar saham juga mencerminkan pergeseran tersebut. Saham BYD naik sekitar 45% sepanjang tahun ini, sementara saham Tesla justru merosot 36%. Kejatuhan saham Tesla ini bahkan mengurangi miliaran dolar dari kekayaan pribadi Elon Musk.
Sementara BYD menikmati pertumbuhan yang pesat, Tesla harus menghadapi tantangan di berbagai pasar, termasuk di China, di mana merek-merek lokal semakin mendominasi dengan produk-produk berkualitas tinggi dan harga lebih terjangkau.
Baca Juga: Saham Tesla Elon Musk Anjlok Tergelincir, Investor Langsung Serok Dalam-dalam!
Pabrik Tesla di Shanghai, yang sebelumnya menjadi andalan, kini harus bersaing dengan inovasi BYD yang semakin menarik perhatian konsumen.
Meskipun menghadapi tantangan tarif di beberapa negara, BYD tetap berkomitmen untuk berekspansi secara global. Target penjualan 5,5 juta unit tahun ini menjadi bukti bahwa mereka tidak hanya ingin mendominasi pasar domestik, tetapi juga berambisi memperkuat eksistensi di luar negeri.
Namun, untuk menembus pasar AS, BYD harus menghadapi tantangan berat berupa tarif tinggi dan larangan teknologi kendaraan listrik dari China. Meski begitu, mereka tetap optimistis dengan peluang di pasar Eropa dan Asia lainnya.
Melihat tren yang terjadi saat ini, industri kendaraan listrik diprediksi akan terus berkembang dengan persaingan yang semakin ketat.
Tesla yang sebelumnya dianggap tak tertandingi, kini harus menghadapi tantangan serius dari BYD dan produsen lain asal China. Keunggulan teknologi, efisiensi produksi, dan strategi harga menjadi kunci dalam menentukan siapa yang akan memimpin industri ini di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










