BI dan OJK Kian Mesra, Kondisi Ekonomi Terjaga

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.
Langkah ini diambil demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.
Sebelumnya, kedua lembaga ini menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Gubernur BI serta Dewan Komisioner OJK.
Hasil rapat menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dengan pertumbuhan intermediasi yang kuat.
Baca Juga: Calo Penukaran Uang Baru Bermunculan, Imbas Eror PINTAR BI?
Hal ini didukung oleh likuiditas yang terjaga, ketahanan industri keuangan yang tinggi, serta sistem pengendalian risiko yang berjalan dengan baik.
"Kondisi ekonomi yang stabil dan sektor keuangan yang berdaya tahan tidak terlepas dari kerja sama erat antara BI dan OJK dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas masing-masing lembaga," ujar Perry Warjiyo dalam keterangannya, Jumat (28/3/2025).
Salah satu bentuk sinergi utama antara BI dan OJK adalah akselerasi proses perizinan sektor jasa keuangan. Proses ini akan dilakukan melalui simplifikasi persyaratan, standarisasi prosedur, serta digitalisasi layanan perizinan agar lebih efisien dan transparan.
"Kami telah melakukan pemetaan terhadap persyaratan perizinan dan akan segera menerapkan sistem perizinan online secara terintegrasi untuk bank dan lembaga jasa keuangan lainnya," tambah Mahendra Siregar.
Selain itu, BI dan OJK juga bekerja sama dalam pengembangan serta pendalaman pasar keuangan. Salah satu agenda penting adalah transisi dari Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) ke Indonesia Overnight Index Average (IndONIA) pada akhir 2025.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam sistem keuangan nasional.
Sinergi kebijakan juga mencakup pengembangan inovasi teknologi keuangan dan aset digital.
BI dan OJK tengah menggodok regulasi yang dapat mendukung pertumbuhan industri keuangan berbasis teknologi, termasuk fintech dan aset kripto, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan stabilitas sistem keuangan.
Tak hanya itu, kedua lembaga ini juga menaruh perhatian besar pada edukasi, literasi keuangan, serta perlindungan konsumen.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan sekaligus melindungi mereka dari risiko penipuan atau kesalahan dalam berinvestasi.
Salah satu aspek penting lainnya dalam kerja sama BI dan OJK adalah penguatan sistem keamanan siber.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan resiliensi siber sektor keuangan guna mencegah serangan yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional," ujar Perry Warjiyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








