Akurat

Biaya Hidup di Jepang Naik di Tengah Perlambatan Inflasi

Demi Ermansyah | 23 Maret 2025, 13:19 WIB
Biaya Hidup di Jepang Naik di Tengah Perlambatan Inflasi

AKURAT.CO Meski inflasi Jepang menunjukkan tanda-tanda melambat, banyak warga masih merasakan tekanan biaya hidup yang tinggi. Harga kebutuhan sehari-hari tetap naik, sementara upah riil yang stagnan membuat daya beli masyarakat semakin tergerus.  

Mengacu data dari Kementerian Dalam Negeri Jepang yang dikutip bloomberg, menunjukkan inflasi inti melambat menjadi 3,0% pada Februari, turun dari 3,2% di bulan sebelumnya. 
 
Namun, jika menghilangkan faktor energi dan makanan segar, inflasi justru meningkat menjadi 2,6% laju tercepat dalam setahun terakhir.  
 
"Pelemahan yen dan kenaikan harga bahan baku membuat harga makanan terus naik, jadi meskipun inflasi melambat secara keseluruhan, masyarakat tetap merasakan dampaknya," ujar analis ekonomi dari Tokyo, Noburu Ishida. 
 
 
Tekanan harga ini semakin mempengaruhi pola belanja masyarakat. Indeks keyakinan konsumen Jepang turun ke level terendah dalam hampir dua tahun pada Februari. Banyak rumah tangga mengurangi pengeluaran mereka, terutama untuk barang-barang non-esensial.  
 
"Data terbaru juga menunjukkan bahwa belanja rumah tangga pada Januari jauh lebih rendah dari perkiraan. Hal ini menandakan bahwa banyak warga Jepang memilih untuk lebih berhemat, mengantisipasi ketidakpastian ekonomi ke depan," ucapnya. 
 
Sementara itu, pemerintah Jepang masih mengandalkan subsidi energi untuk membantu menekan biaya utilitas. 
 
Namun, para ekonom memperingatkan bahwa langkah ini hanya bersifat sementara, sementara tekanan harga masih bisa terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.