Hilirisasi Industri Pacu Ekspor Nonmigas, CPO Melonjak Hingga 89,54 Persen

AKURAT.CO Kebijakan hilirisasi industri terus menunjukkan hasil positif bagi perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekspor nonmigas Indonesia pada Februari 2025 mencapai USD20,84 miliar, naik 2,29% dibandingkan Januari.
Dimana kenaikan tersebut ditopang oleh produk industri pengolahan, dengan minyak kelapa sawit (CPO) sebagai penyumbang terbesar.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa ekspor CPO dan turunannya mengalami lonjakan signifikan sebesar 58,35% secara bulanan dan naik 89,54% dibandingkan Februari tahun lalu.
“Kenaikan ekspor nonmigas terutama didorong oleh meningkatnya permintaan global terhadap produk olahan seperti minyak kelapa sawit, mesin, serta perhiasan dan barang berharga,” ujar Amalia dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Baca Juga: BPKH dan BPS-BPIH Bersinergi Tingkatkan Pelayanan Haji 2025
Lonjakan ekspor CPO ini, lanjut Amalia, tidak lepas dari tren kenaikan harga minyak sawit mentah di pasar internasional.
Sepanjang Februari, harga CPO naik 5,18%, memberikan dampak positif bagi para eksportir dan meningkatkan nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan.
"Selain CPO, ekspor perhiasan dan logam mulia (HS71) juga meningkat 16,45%, sementara ekspor mesin dan peralatan mekanis (HS84) melonjak hingga 37,85%," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










