Akurat Logo

Main Aman, The Fed Tak Akan Turunkan Suku Bunga Dalam Waktu Dekat

Demi Ermansyah | 19 Februari 2025, 12:48 WIB
Main Aman, The Fed Tak Akan Turunkan Suku Bunga Dalam Waktu Dekat

AKURAT.CO The Federal Reserve (The Fed) masih mempertahankan kebijakan moneter ketat di tengah ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat.  

Gubernur The Fed San Francisco, Mary Daly, menegaskan bahwa belum saatnya untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut hingga ada perkembangan yang lebih jelas terkait inflasi.  

Keputusan ini sejalan dengan langkah The Fed yang pada akhir 2024 lalu sempat memangkas suku bunga sebesar satu persen, namun memilih menahannya bulan lalu. 
 
Menurut Daly, The Fed harus berhati-hati dalam menilai dampak berbagai kebijakan ekonomi yang tengah diupayakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump sebelum mengambil langkah baru dalam kebijakan moneter.  

Dikutip dari Reuters, Rabu (19/2/2025), Daly membantah anggapan bahwa The Fed hanya berdiam diri di tengah ketidakpastian ekonomi.  
 
Baca Juga: Belum Sesuai Sasaran, The Fed Optimistis Inflasi AS Bakal Terus Turun

“Meski kami belum mengambil tindakan, bukan berarti kami tidak melakukan apa-apa. Kami terus menganalisis data dan mempertimbangkan arah kebijakan ke depan. Hanya saja, jawabannya belum jelas saat ini,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).

Daly juga menolak asumsi bahwa menunggu kepastian kebijakan ekonomi dari Trump bisa berisiko bagi The Fed. Menurutnya, langkah ini justru penting agar kebijakan moneter yang diterapkan bisa lebih akurat dan efektif.  

Hal ini diamini oleh Deputi Gubernur The Fed, Christopher Waller. Dalam pidatonya di Sydney, ia menegaskan bahwa kebijakan moneter harus merespons data yang masuk, bukan sekadar menunggu ketidakpastian ekonomi mereda. 
 
“Menunggu sampai ketidakpastian hilang sepenuhnya justru bisa membuat kebijakan macet,” kata Waller.  
 
Meskipun Daly dan pejabat The Fed lainnya menegaskan bahwa mereka tidak terburu-buru dalam menurunkan suku bunga, banyak pihak tetap mengawasi inflasi AS yang belakangan menunjukkan tren kenaikan.  

Data terbaru menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Januari 2025 mengalami kenaikan tertinggi sejak Agustus 2023.
 
Faktor pendorongnya adalah lonjakan belanja rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bahan makanan, gas, dan perumahan.  
 
Dengan kondisi ini, The Fed tampaknya masih akan bersikap hati-hati. Sampai ada tanda-tanda inflasi yang benar-benar stabil, suku bunga rendah sepertinya masih akan menjadi angan-angan bagi banyak pelaku pasar.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.