Akurat Logo

Belum Sesuai Sasaran, The Fed Optimistis Inflasi AS Bakal Terus Turun

Demi Ermansyah | 19 Februari 2025, 12:43 WIB
Belum Sesuai Sasaran, The Fed Optimistis Inflasi AS Bakal Terus Turun

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian ekonomi, The Federal Reserve (The Fed) tetap optimistis bahwa inflasi di Amerika Serikat akan terus menurun.

Gubernur The Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan bahwa meskipun prosesnya lebih lama dari yang diperkirakan, kebijakan moneter ketat yang diterapkan saat ini sudah mulai menunjukkan hasil.

Menurut Daly, suku bunga tinggi yang dipertahankan The Fed masih memberikan tekanan pada ekonomi, yang pada akhirnya bisa membantu menekan inflasi.

“Saya melihat tidak ada alasan untuk berkecil hati. Inflasi saat ini sedang dalam tren menurun, hanya saja, prosesnya lebih lambat dari yang diharapkan banyak orang,” ujar Daly dikutip dari Reuters, Rabu (19/2/2025).

Baca Juga: Ketika Kebijakan Trump Jadi Sumber Ketidakpastian Baru bagi The Fed

The Fed memang memilih untuk mempertahankan suku bunga bulan lalu setelah sebelumnya menurunkannya sebesar satu persen pada akhir 2024.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan bahwa inflasi benar-benar berada dalam kendali sebelum mengambil langkah baru.

Tren inflasi yang menurun diharapkan menjadi sinyal positif bagi perekonomian AS. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Januari 2025 mengalami kenaikan tertinggi sejak Agustus 2023.

Peningkatan ini disebabkan oleh lonjakan belanja rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pokok seperti bahan makanan, gas, dan perumahan.

Meski demikian, Daly tetap percaya bahwa tekanan ekonomi akibat suku bunga tinggi akan membantu menekan inflasi dalam beberapa waktu ke depan.

Tak Buru-buru Turunkan Suku Bunga

Ketua The Fed, Jerome Powell, bersama pejabat lainnya, termasuk Daly, menegaskan bahwa mereka masih menunggu bukti lebih lanjut terkait moderasi inflasi sebelum menurunkan suku bunga lebih jauh.

Bagi The Fed, kebijakan moneter yang terlalu cepat diubah bisa membawa risiko baru bagi ekonomi AS.

Karena itu, mereka lebih memilih untuk tetap berhati-hati dan menunggu data yang lebih kuat sebelum mengambil keputusan.

Deputi Gubernur The Fed, Christopher Waller, juga mengingatkan bahwa kebijakan moneter harus merespons data terbaru, bukan sekadar spekulasi.

“Menunggu sampai ketidakpastian hilang sepenuhnya bukanlah solusi. Yang penting adalah bagaimana kita merespons data yang ada dengan kebijakan yang tepat,” kata Waller dalam pidatonya di Sydney.

Meskipun masih ada tantangan, optimisme The Fed terhadap inflasi yang mulai terkendali bisa menjadi angin segar bagi perekonomian AS.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin The Fed akan mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter di masa depan.

Namun, untuk saat ini, tampaknya publik dan pelaku pasar masih harus bersabar menunggu langkah selanjutnya dari bank sentral AS ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.