Usai Aturan DHE SDA Terbaru, Menko Airlangga Taksir Tambahan Devisa Cuma USD80 Miliar
Camelia Rosa | 17 Februari 2025, 22:33 WIB

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memperkirakan devisa hasil ekspor Indonesia akan bertambah sekitar USD80 miliar pada tahun 2025.
Hal itu bisa terjadi lantaran ditekennya aturan baru yang mewajibkan eksportir untuk menempatkan devisa hasil ekspornya di dalam negeri sebesar 100% dalam jangka waktu 12 bulan.
Padahal sebelumnya Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga pada 2024 lalu memperkirakan bahwa tambahan cadangan devisa Indonesia akan mencapai USD90 miliar.
Terkait perbedaan perhitungan ini, Airlangga pun mengklaim bahwa pernyataannya saat itu dilontarkannya saat 2024 lalu.
Sementara untuk tahun ini, sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo yaitu penambahan cadangan devisa diperkirakan mencapai USD80 miliar.
"Terkait angka, Bapak Presiden tadi sudah menyampaikan USD80 miliar karena memang yang lalu kita berhitung terhadap angka satu tahun, tahun lalu dan di tahun ini kan ada pelemahan daripada commodity prices jadi disesuaikan menjadi USD80 miliar," jelasnya di Jakarta, Senin (17/2/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Negara resmi meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang mewajibkan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di dalam negeri.
Regulasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam bagi kemakmuran bangsa, termasuk dalam pembiayaan pembangunan, perputaran uang di dalam negeri, peningkatan cadangan devisa, serta stabilitas nilai tukar rupiah.
"Selama ini, devisa hasil ekspor kita, terutama dari sumber daya alam, banyak disimpan di luar negeri. Untuk memperkuat dampak pengelolaan DHE SDA, pemerintah menetapkan PP Nomor 8 Tahun 2025," ujar Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










