Akurat

AS Ingin Caplok Wilayah Mineral Ukraina, Zelenskiy: Harus Adil

Demi Ermansyah | 16 Februari 2025, 14:41 WIB
AS Ingin Caplok Wilayah Mineral Ukraina, Zelenskiy: Harus Adil

AKURAT.CO Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy menolak mentah-mentah tawaran Amerika Serikat (AS) untuk memiliki 50% mineral tanah jarang negaranya. 

Alih-alih menerima begitu saja, Kyiv memilih untuk menegosiasikan kesepakatan yang lebih baik demi kepentingan nasional.  
 
Dikutip dari Financial Times, Minggu (16/2/2025), Zelenskiy tak langsung menandatangani perjanjian yang disampaikan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
 
Dimana dirinya menegaskan perlu waktu untuk mengkaji isi kontrak serta berdiskusi dengan berbagai pihak sebelum membuat keputusan.  
 
 
Tak sekadar soal ekonomi, Zelenskiy juga ingin mengaitkan kesepakatan ini dengan jaminan keamanan dari AS dan Eropa. 
 
Ukraina sadar bahwa sumber daya alamnya adalah aset berharga yang dapat digunakan sebagai alat tawar-menawar dalam arena politik global.  
 
“Kami tidak akan terburu-buru. Setiap keputusan harus dipertimbangkan secara matang,” ujar seorang pejabat senior Ukraina. 
 
Meskipun begitu Kyiv dikabarkan ingin memastikan bahwa kesepakatan ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan perlindungan strategis bagi negara tersebut.  
 
Meski belum ada keputusan final, sikap Ukraina yang berhati-hati dalam menandatangani kesepakatan ini menunjukkan tekad mereka untuk tidak mudah tunduk pada kepentingan negara lain. 
 
Dengan sumber daya yang dimiliki, Ukraina ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki kendali penuh atas aset strategisnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.