Akurat

Imbas Tarif Balasan China, Harga 4 Merek Mobil Ini Bakal Terkerek

Demi Ermansyah | 11 Februari 2025, 11:17 WIB
Imbas Tarif Balasan China, Harga 4 Merek Mobil Ini Bakal Terkerek

AKURAT.CO China resmi mengenakan tarif tambahan sebesar 10% untuk mobil bermesin besar yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) mulai Senin (10/2/2025). Kebijakan ini muncul setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan terkait bea masuk yang sebelumnya diberlakukan oleh Donald Trump terhadap produk-produk China.  

Dikutip dari laman berita CCTV, Selasa (11/2/2025), tarif tambahan ini berlaku untuk berbagai barang, termasuk mobil dengan kapasitas mesin lebih dari 2,5 liter. Dengan tambahan ini, total bea masuk untuk kendaraan jenis tersebut menjadi 25%. 
 
Dibandingkan dengan produksi dalam negeri, ekspor mobil AS ke China memang relatif kecil. Data bea cukai menunjukkan bahwa tahun lalu, produsen mobil AS mengirimkan kendaraan bermesin besar senilai sekitar USD3,1 miliar ke China. Sebagian besar mobil di China masih diproduksi secara lokal oleh perusahaan seperti General Motors (GM) yang bekerja sama dengan mitra usaha patungan mereka. 
 
 
Tarif baru ini menjadi pukulan tambahan bagi produsen mobil AS, seperti GM dan Ford, yang sudah lebih dulu menghadapi kesulitan di pasar China. Saat ini, banyak konsumen China mulai beralih ke mobil listrik buatan dalam negeri, yang didominasi oleh merek seperti BYD.  
 
Kondisi ini semakin memperburuk situasi GM, yang tahun lalu melaporkan kerugian lebih dari USD5 miliar akibat bisnis mereka yang lesu di China.  
 
Merespon hal tersebut, analis Bloomberg Intelligence, tarif tambahan China sebesar 10% juga bisa berdampak pada merek otomotif Eropa, khususnya Mercedes dan BMW. Kedua merek ini menjadikan AS sebagai pusat produksi global untuk SUV mereka. Namun, sejak 2022, BMW sudah memproduksi X5 bermargin tinggi di China, sehingga dampaknya bisa lebih terbatas dibandingkan Mercedes.  
 
Untuk Mercedes, beban tarif ini diperkirakan bisa memangkas laba operasional (Ebit) mereka hingga 1,5% pada 2025. Apalagi, opsi menaikkan harga untuk menutupi tarif tambahan ini bukanlah solusi yang mudah, mengingat saat ini SUV mereka sudah diberi diskon rata-rata 15%.  
 
Guna tetap menarik perhatian konsumen kaya di China, GM telah meluncurkan layanan impor premium bernama Durant Guild sejak 2022. Program ini menawarkan berbagai mobil mewah seperti GMC Yukon dan Chevrolet Tahoe, yang keduanya menggunakan mesin berkapasitas 3 liter atau lebih.  
 
Namun, kebijakan perdagangan antara AS dan China masih belum bisa dipastikan ke depannya. Situasi bisa saja berubah sewaktu-waktu, seperti yang pernah terjadi ketika Trump mengancam akan mengenakan tarif pada Kanada dan Meksiko sebelum akhirnya menunda keputusan tersebut setelah perundingan dengan pemimpin kedua negara.  
 
Saat ini, Trump mengatakan bahwa ia akan segera menghubungi Presiden China, Xi Jinping, untuk membahas situasi ini. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China juga menyerukan dialog dan konsultasi guna menghindari perang dagang yang membesar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.