Dirjen Isa Terseret Korupsi Jiwasraya, Misbakhun: Pembelajaran bagi Siapapun

AKURAT.CO Penangkapan Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu, Isa Rachmatarwata, menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai pertanyaan terkait dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan negara.
Merespon hal tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa proses hukum harus dihormati dan dijadikan pembelajaran bagi semua pihak.
"Setiap kasus hukum itu harus kita hormati prosesnya. Dan bagi saya ini juga menjadi bagian proses yang mau tidak mau menjadi pembelajaran bagi siapapun. Dalam menjalankan tugas dan melaksanakan tugas itu untuk lebih berhati-hati ke depan," ujar Misbakhun pasca RDP dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan di Gedung DPR RI, Senin (10/2/2025).
Baca Juga: Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
Sebagai salah satu mitra kerja Kementerian Keuangan, Komisi XI menyoroti pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam tata kelola keuangan negara.
"Intinya melalui kasus tersebut diharapkan menjadi refleksi bagi para pejabat negara agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya," paparnya.
Dengan situasi saat ini, Kementerian Keuangan disarankan untuk segera mencari pengganti untuk posisi tersebut. Meskipun begitu, Misbakhun menyerahkan semua keputusan kepada Menteri Keuangan.
"Itu kewenangannya Menteri Keuangan. Mau tidak mau dalam rangka efektivitas pelaksanaan tugas ya harus dicari pejabat sementara ini siapa. Tanpa mengurangi hak-hak hukum yang masih dimiliki oleh yang bersangkutan," tambahnya.
Salah satu kekhawatiran utama dari kasus ini adalah dampaknya terhadap kepercayaan publik terhadap institusi pengelolaan keuangan negara.
Misbakhun menilai bahwa kepercayaan publik adalah sesuatu yang pada akhirnya dikembalikan kepada masyarakat sendiri.
"Kepercayaan publik itu saya serahkan kembali kepada masyarakat. Bagaimanapun juga upaya kita adalah membangun tata kelola yang baik. Kita kan tidak bisa mengharapkan manusia sempurna. Kita semua ini kan manusia. bukan malaikat yang bersih dari nafsu," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










