Strategi ECB Pangkas Suku Bunga ke Depan
Demi Ermansyah | 8 Februari 2025, 16:38 WIB

AKURAT.CO Bank Sentral Eropa (ECB) dikabarkan sudah memangkas suku bunga sebanyak lima kali dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan inflasi.
Saat ini, suku bunga deposito ECB berada di angka 2,75%, dan ada spekulasi bahwa pemangkasan lebih lanjut bisa terjadi hingga suku bunga mencapai kisaran netral antara 1,75% hingga 2,25%.
Para analis memperkirakan bahwa ECB mungkin akan melakukan dua kali pemangkasan lagi, masing-masing sebesar 25 basis poin, untuk mencapai titik tengah 2%. Namun, apakah langkah ini benar-benar akan diambil oleh ECB, atau justru mereka akan menahan suku bunga dalam waktu dekat?
Presiden ECB, Christine Lagarde menegaskan bahwa setiap keputusan terkait suku bunga akan didasarkan pada berbagai faktor makroekonomi dan bukan semata-mata mengikuti estimasi suku bunga netral.
Presiden ECB, Christine Lagarde menegaskan bahwa setiap keputusan terkait suku bunga akan didasarkan pada berbagai faktor makroekonomi dan bukan semata-mata mengikuti estimasi suku bunga netral.
"Kami bertekad memastikan bahwa inflasi stabil secara berkelanjutan pada target jangka menengah kami sebesar dua persen," ucapnya dikutip dari Bloomberg, Sabtu (8/2/2025).
Hal ini penting karena suku bunga netral hanyalah konsep teoritis yang tidak selalu mencerminkan kondisi riil ekonomi. "Kami akan mengikuti pendekatan yang bergantung pada data dan pertemuan demi pertemuan untuk menentukan sikap kebijakan moneter yang tepat," ujarnya
Dalam buletin ekonomi terbaru ECB, para peneliti juga memperingatkan bahwa suku bunga netral tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan dalam kebijakan moneter.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan pemangkasan lebih lanjut, ECB harus mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi yang sedang berlangsung.
Ada beberapa faktor utama yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga ECB ke depan. Pertama, inflasi tetap menjadi perhatian utama. Saat ini, inflasi di Eropa telah kembali ke target 2%, namun ada kemungkinan inflasi kembali naik akibat ketidakpastian global.
Sebab apabila inflasi tetap stabil, ECB mungkin akan mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini. Namun, jika terjadi lonjakan harga yang tidak terduga, bank sentral bisa saja menunda pemangkasan lebih lanjut atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.
Kedua, dampak kebijakan suku bunga terhadap pasar keuangan dan investasi juga menjadi pertimbangan penting. Pemangkasan suku bunga dapat mendorong investasi dan konsumsi karena biaya pinjaman menjadi lebih murah.
Kedua, dampak kebijakan suku bunga terhadap pasar keuangan dan investasi juga menjadi pertimbangan penting. Pemangkasan suku bunga dapat mendorong investasi dan konsumsi karena biaya pinjaman menjadi lebih murah.
Namun, di sisi lain, suku bunga yang lebih rendah dapat melemahkan daya tarik euro di pasar global. Jika ECB terlalu cepat memangkas suku bunga, investor mungkin akan lebih memilih untuk mengalihkan dananya ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi di luar zona euro.
Hal ini bisa melemahkan nilai tukar euro dan memberikan dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi kawasan.
Ketiga, kondisi ekonomi global turut mempengaruhi kebijakan moneter ECB. Dengan ketidakpastian yang masih tinggi di Amerika Serikat dan Asia, ECB harus berhati-hati dalam mengambil langkah.
Ketiga, kondisi ekonomi global turut mempengaruhi kebijakan moneter ECB. Dengan ketidakpastian yang masih tinggi di Amerika Serikat dan Asia, ECB harus berhati-hati dalam mengambil langkah.
Misalnya, jika Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat tetap mempertahankan suku bunga tinggi sementara ECB terus memangkas suku bunga, maka euro bisa semakin melemah terhadap dolar AS, yang dapat berimbas pada perdagangan internasional dan aliran modal.
Oleh karena itu, ECB harus memastikan kebijakan moneter mereka tetap selaras dengan perkembangan global agar tidak merugikan pertumbuhan ekonomi Eropa.
Dalam beberapa bulan ke depan, ECB kemungkinan akan terus mengevaluasi data ekonomi sebelum mengambil keputusan akhir terkait suku bunga.
Dalam beberapa bulan ke depan, ECB kemungkinan akan terus mengevaluasi data ekonomi sebelum mengambil keputusan akhir terkait suku bunga.
Banyak analis memperkirakan bahwa ECB akan tetap berhati-hati dan tidak akan terburu-buru dalam memangkas suku bunga, kecuali ada alasan kuat untuk melakukannya.
Jika ekonomi Eropa tetap stabil dan inflasi terkendali, suku bunga kemungkinan akan tetap berada di sekitar 2%. Namun, jika terjadi tekanan ekonomi yang tidak terduga, ECB bisa saja menyesuaikan kebijakan secara lebih agresif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









