AKURAT.CO Kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump kembali menjadi sorotan, terutama setelah ia mengumumkan tarif impor baru yang berpotensi mengguncang pasar global. Langkah ini tentu saja membawa dampak besar bagi ekonomi AS, terutama dalam aspek perdagangan internasional.
Akhir pekan lalu, Trump menetapkan tarif sebesar 25% untuk barang dari Kanada dan Meksiko. Namun, pada Senin (3/2/2025) lalu, dirinya mencapai kesepakatan dengan kedua negara untuk menunda penerapan tarif tersebut selama satu bulan.
Sementara itu, tarif 10% untuk produk asal China resmi berlaku sejak Selasa tengah malam, yang langsung disambut dengan kebijakan balasan dari Beijing. Langkah Trump tersebut semakin memperburuk ketidakpastian ekonomi AS, dan The Fed harus berhati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak memperburuk situasi.
Menanggapi situasi ini, Gubernur Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menegaskan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru dalam merespons kebijakan Trump. Menurutnya, lebih penting untuk memahami dampak keseluruhan dari kebijakan baru tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Baca Juga: Harga Barang-barang di AS Ini Bakal Terkerek Tarif Trump
“Kami punya waktu untuk mengamati perkembangan ekonomi dan melihat dampak dari kebijakan yang sedang berjalan,” ujar Daly dikutip dari Reuters, Rabu (5/2/2025).
Ketidakpastian yang dihadapi The Fed bukan hanya soal tarif impor, tetapi juga kebijakan imigrasi, perpajakan, dan regulasi lainnya yang terus berubah di bawah kepemimpinan Trump.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi The Fed saat ini adalah menjaga inflasi agar tetap stabil di level 2%. Daly menegaskan bahwa dirinya akan mengalokasikan “100% energi” untuk mencapai target tersebut.
Di sisi lain, tekanan dari kebijakan ekonomi Trump membuat situasi semakin rumit. Jika The Fed bereaksi terlalu cepat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang, justru bisa muncul risiko kebijakan yang salah arah.
“Kalau kita langsung bertindak hanya berdasarkan satu aspek tanpa melihat keseluruhan, bisa saja kebijakan yang diambil malah keliru,” tambah Daly.
Keputusan The Fed pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga menunjukkan bahwa bank sentral ini lebih memilih pendekatan yang hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi. Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga sebanyak tiga kali pada akhir 2024 untuk meredam dampak perlambatan ekonomi.
“Kami punya waktu untuk mengamati perkembangan ekonomi dan melihat dampak dari kebijakan yang sedang berjalan,” ujar Daly dikutip dari Reuters, Rabu (5/2/2025).
Ketidakpastian yang dihadapi The Fed bukan hanya soal tarif impor, tetapi juga kebijakan imigrasi, perpajakan, dan regulasi lainnya yang terus berubah di bawah kepemimpinan Trump.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi The Fed saat ini adalah menjaga inflasi agar tetap stabil di level 2%. Daly menegaskan bahwa dirinya akan mengalokasikan “100% energi” untuk mencapai target tersebut.
Di sisi lain, tekanan dari kebijakan ekonomi Trump membuat situasi semakin rumit. Jika The Fed bereaksi terlalu cepat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang, justru bisa muncul risiko kebijakan yang salah arah.
“Kalau kita langsung bertindak hanya berdasarkan satu aspek tanpa melihat keseluruhan, bisa saja kebijakan yang diambil malah keliru,” tambah Daly.
Keputusan The Fed pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga menunjukkan bahwa bank sentral ini lebih memilih pendekatan yang hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi. Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga sebanyak tiga kali pada akhir 2024 untuk meredam dampak perlambatan ekonomi.
Namun, dengan terus berubahnya kebijakan ekonomi Trump, The Fed harus semakin waspada dalam menyusun langkah-langkah selanjutnya. Yang jelas, kebijakan perdagangan dan ekonomi Trump tidak hanya berdampak pada AS, tetapi juga pada pasar global.
Jika ketegangan perdagangan dengan China terus meningkat dan kebijakan tarif semakin diperketat, bukan tidak mungkin ekonomi AS akan mengalami goncangan yang lebih besar di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









