Profil Morningstar, Pihak Ketiga Penyedia Data Kurs ke Google
Demi Ermansyah | 2 Februari 2025, 21:45 WIB

AKURAT.CO Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan dengan kesalahan tampilan kurs dolar AS ke rupiah di Google. Google menampilkan kurs USD1 cuma setara dengan Rp8.170,65, padahal data resmi Bank Indonesia menunjukkan angka Rp16.312 per dolar AS.
Setelah ditelusuri, kesalahan ini berasal dari data yang disuplai oleh pihak ketiga. Menariknya salah satu penyedia data keuangan terkemuka yang sering digunakan adalah Morningstar, Inc.
Didirikan pada tahun 1984 oleh Joe Mansueto, Morningstar, Inc. adalah perusahaan jasa keuangan global yang berkantor pusat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Perusahaan ini fokus pada penyediaan riset investasi dan manajemen investasi.
Dalam perjalanannya, Morningstar telah berkembang menjadi salah satu sumber informasi investasi paling berpengaruh di dunia.
Ragam Layanan Morningstar
Mengutip dari berbagai sumber, Morningstar menawarkan berbagai layanan yang dirancang untuk membantu investor membuat keputusan yang tepat, antara lain:
1. Riset Investasi
Menyediakan analisis mendalam tentang berbagai instrumen investasi seperti saham, reksa dana, ETF, dan lainnya.
2. Data Keuangan
Mengumpulkan dan menyajikan data komprehensif mengenai kinerja perusahaan, laporan keuangan, dan metrik penting lainnya.
3. Peringkat dan Rating
Memberikan peringkat pada produk investasi berdasarkan kriteria tertentu untuk memudahkan investor dalam memilih.
4. Alat dan Platform Investasi
Menyediakan platform digital yang membantu investor dalam memantau portofolio dan melakukan analisis.
Dengan layanan-layanan tersebut, Morningstar menjadi mitra penting bagi investor individu maupun institusi dalam mengambil keputusan investasi yang informasional.
Terlibat Hoaks Data Rupiah?
Salah satu layanan yang disediakan oleh Morningstar adalah data kurs mata uang. Data ini digunakan oleh berbagai platform, termasuk mesin pencari seperti Google, untuk menampilkan informasi nilai tukar terkini kepada pengguna.
Namun, dalam kasus kesalahan tampilan kurs dolar ke rupiah di Google baru-baru ini, belum ada konfirmasi resmi apakah Morningstar adalah sumber data tersebut. Google hanya menyatakan bahwa kesalahan tersebut berasal dari data pihak ketiga.
Kesalahan tampilan kurs di Google menimbulkan pertanyaan tentang akurasi dan keandalan data yang disediakan oleh penyedia pihak ketiga.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Morningstar terkait insiden ini, penting bagi penyedia data keuangan untuk memastikan integritas dan akurasi informasi yang mereka sampaikan.
Kesalahan semacam ini dapat mempengaruhi keputusan investasi dan kepercayaan publik terhadap platform yang menggunakan data tersebut. Meskipun begitu, Morningstar dikenal dengan komitmennya terhadap akurasi dan transparansi dalam penyediaan data keuangan.
Perusahaan ini memiliki tim analis dan peneliti yang berdedikasi untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik adalah yang paling mutakhir dan akurat. Namun, seperti halnya dengan semua sistem yang bergantung pada data, kesalahan dapat terjadi.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk selalu memverifikasi informasi dari beberapa sumber sebelum membuat keputusan investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










