Akurat Logo

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Ekonomi Global Terkini

Demi Ermansyah | 1 Februari 2025, 12:38 WIB
Sri Mulyani Beberkan Tantangan Ekonomi Global Terkini

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan bahwa ekonomi global saat ini sedang berada dalam kondisi yang tidak mudah.

Berbagai risiko terus bermunculan, mulai dari tekanan di sektor keuangan hingga ketidakpastian akibat konflik geopolitik di berbagai belahan dunia.  

Menurut Sri Mulyani, dalam dua tahun terakhir banyak negara mengalami tekanan ekonomi akibat kebijakan suku bunga tinggi (higher for longer interest rate). 
 
Kebijakan ini diterapkan oleh bank sentral dunia untuk meredam inflasi, tetapi dampaknya sangat terasa di negara berkembang, termasuk Indonesia.  
 
“Kenaikan suku bunga menyebabkan banyak mata uang tertekan terhadap dolar AS. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas ekonomi kita,” ungkap Sri Mulyani dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 di Tangerang, Banten, belum lama ini.  
 
 
Selain itu, situasi geopolitik juga menjadi faktor penting yang memengaruhi ekonomi global. Ketegangan antarnegara dan perang dagang yang terus berlangsung berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dunia dan berdampak pada arus perdagangan internasional.  
 
Tak hanya itu, Sri Mulyani juga menyoroti perkembangan pesat teknologi digital yang kini menjadi game changer dalam berbagai sektor. Disrupsi digital dan kecerdasan buatan (AI) semakin mengubah cara bisnis dan ekonomi beroperasi.  
 
“Transformasi digital ini bisa jadi peluang, tapi kalau tidak diantisipasi dengan baik, bisa menjadi tantangan besar bagi ekonomi nasional,” tambahnya.  
 
Meskipun menghadapi berbagai tantangan global, Sri Mulyani memastikan bahwa ekonomi Indonesia masih dalam kondisi stabil dengan pertumbuhan sekitar 5%. 
 
Namun, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target pertumbuhan yang lebih ambisius, yakni mencapai 8% dalam beberapa tahun ke depan.  
 
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menerapkan strategi keseimbangan antara sisi permintaan (demand side) dan produksi (supply side). Langkah ini penting agar pertumbuhan tinggi tidak memicu lonjakan inflasi yang dapat merugikan masyarakat.  
 
“Pertumbuhan yang tinggi itu bagus, tapi kalau sampai memicu inflasi, dampaknya bisa negatif. Jadi, kita harus menjaga keseimbangan,” jelas Sri Mulyani.  
 
Salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi adalah dengan memperkuat kemitraan dengan lembaga keuangan internasional, termasuk Bank Dunia. 
 
Pemerintah juga terus mendorong investasi di sektor-sektor strategis, seperti infrastruktur, ekonomi digital, dan industri kreatif.  
 
Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dengan memberikan akses permodalan yang lebih luas dan mendorong inovasi di sektor usaha kecil dan menengah, Sri Mulyani yakin Indonesia bisa lebih tangguh dalam menghadapi tantangan global.  
 
Ke depan, Sri Mulyani menegaskan bahwa Indonesia harus terus waspada terhadap perubahan ekonomi dunia. Menurutnya, ketahanan ekonomi nasional harus dibangun dengan kebijakan yang fleksibel, inovatif, dan inklusif agar bisa menghadapi segala dinamika global yang tidak terduga.  
 
“Kalau kita bisa menjaga stabilitas dan beradaptasi dengan perubahan, saya yakin ekonomi Indonesia bisa terus berkembang dan mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi,” tukasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.