Akurat

Xi Jinping Telepon Trump Bahas Nasib TikTok

Demi Ermansyah | 20 Januari 2025, 10:37 WIB
Xi Jinping Telepon Trump Bahas Nasib TikTok

AKURAT.CO Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping beberapa waktu lalu menggelar percakapan penting melalui sambungan telepon.

Dimana dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin mendiskusikan berbagai isu strategis, termasuk perdagangan, aplikasi TikTok, hingga fentanyl. 

Percakapan tersebut dianggap menjadi langkah awal untuk menentukan arah hubungan dua negara yang kerap bersitegang ini. Trump menyebut pembicaraan tersebut sebagai momen positif bagi kedua negara. 
 
“Panggilan telepon ini sangat baik untuk China dan AS,” tulisnya di platform Truth Social melalui lansiran Reuters, Senin (20/1/2025).
 
Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa dirinya dan Presiden Xi akan melakukan segala yang mungkin untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan aman.
 
Baca Juga: Xi Jinping Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi China 5 Persen di 2024 Tercapai

Sinyal optimisme ini menarik perhatian mengingat hubungan kedua negara sebelumnya kerap diwarnai ketegangan, terutama selama masa jabatan pertama Trump.
 
Pada periode tersebut, Trump menerapkan berbagai kebijakan keras terhadap China, seperti perang dagang dan penerapan tarif impor yang masif. 
 
Namun, percakapan kali ini membuka harapan baru bagi kedua belah pihak untuk memulai kembali hubungan yang lebih konstruktif.
 
Merespon hal tersebut, Direktur Pusat Studi Amerika di Universitas Fudan, Shanghai, Wu Xinbo menjelaskan bahwa pembicaraan antar kepala negara tersebut tentu akan menjadi isyarat penting untuk membangun kembali hubungan kerja sama yang lebih stabil.
 
Meski tantangan tetap ada, langkah awal ini memberikan harapan baru bagi hubungan kedua negara adidaya.

"Meski Trump dan Xi sepakat untuk bekerja sama, isu perdagangan tetap menjadi tantangan utama. Pemerintahan baru Trump telah mengisyaratkan akan melanjutkan kebijakan tarif," paparnya.
 
Meskipun begitu, tambahnya, ada langkah kecil yang menunjukkan fleksibilitas, seperti kemungkinan penundaan larangan TikTok, aplikasi populer milik perusahaan China, ByteDance.

Sebelumnya, pemerintahan AS mengeluarkan undang-undang yang mengharuskan TikTok untuk dijual atau ditutup sebelum batas waktu 19 Januari 2025.
 
Meski demikian, para pejabat pemerintahan Biden menyatakan tidak akan menegakkan aturan ini hingga pelantikan Trump, sehingga memberi ruang bagi pemerintahan baru untuk menawarkan solusi.

China, melalui stasiun televisi CCTV, menegaskan bahwa meskipun perbedaan antara kedua negara tidak terhindarkan, kerja sama tetap memungkinkan.
 
Xi juga berharap AS dapat menangani isu sensitif seperti Taiwan dengan bijak. Taiwan selama ini menjadi salah satu titik panas dalam hubungan AS-China.

Selain isu perdagangan, kedua pemimpin juga membahas konflik global, termasuk perang di Ukraina dan konflik Israel-Hamas. Dalam kesempatan itu, Xi mengungkapkan keinginannya untuk menjaga hubungan baik dengan Trump pada masa jabatan kedua.

Kedua negara sepakat untuk membangun kembali saluran komunikasi strategis yang sempat terganggu. Komunikasi ini penting untuk menangani isu-isu besar, termasuk peristiwa kontroversial seperti insiden balon mata-mata China dan kunjungan pejabat tinggi AS ke Taiwan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.