Akurat

OPEC Optimistis Permintaan Minyak Dunia Akan Terus Meningkat

Demi Ermansyah | 16 Januari 2025, 06:42 WIB
OPEC Optimistis Permintaan Minyak Dunia Akan Terus Meningkat
 
AKURAT.CO Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap optimistis bahwa permintaan minyak dunia akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. 
 
Dalam laporan terbaru mereka, OPEC memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak tahun 2026 akan mencapai 1,43 juta barel per hari, sejalan dengan tingkat pertumbuhan yang diharapkan untuk tahun 2025 sebesar 1,45 juta barel per hari.

Menariknya, prediksi ini bertolak belakang dengan pandangan Badan Energi Internasional (IEA), yang memperkirakan permintaan minyak dunia akan mencapai puncaknya dalam dekade ini seiring dengan peralihan global ke energi bersih. 
 
 
Dilansir Reuters, Kamis (16/1/2025), OPEC percaya bahwa bahan bakar transportasi akan tetap menjadi penggerak utama permintaan minyak di tahun 2026.
 
Mereka memproyeksikan peningkatan perjalanan udara, baik domestik maupun internasional, akan terus mendorong konsumsi bahan bakar, seiring pulihnya aktivitas pasca pandemi.

Namun, ada catatan menarik dalam laporan ini. OPEC justru memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun 2024 menjadi 1,5 juta barel per hari, turun dari 1,61 juta barel per hari yang diprediksi sebelumnya. 
 
Ini merupakan revisi keenam berturut-turut, dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di China, negara pengimpor minyak terbesar dunia.

Sebaliknya, IEA memberikan prediksi yang lebih konservatif untuk tahun 2025. Mereka memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak hanya sebesar 1,05 juta barel per hari, jauh di bawah angka yang diproyeksikan OPEC.

Meski begitu, keyakinan OPEC tetap tinggi. Organisasi ini memandang bahwa permintaan minyak dunia masih akan berada di sisi atas proyeksi industri, meskipun dunia semakin mengadopsi energi terbarukan. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.