Jadi Mitra Dagang Terbesar Ketiga China, Vietnam Mulai Diusik AS
Demi Ermansyah | 14 Januari 2025, 12:38 WIB

AKURAT.CO Pergeseran mitra dagang China untuk Ekspor dari Jepang menjadi Vietnam yang mencapai rekor USD162 miliar pada 2024 tak hanya menggambarkan pergeseran ekonomi, tapi juga dampak dari ketegangan perdagangan global.
Tarif yang diterapkan Amerika Serikat memaksa perusahaan mencari alternatif jalur ekspor, salah satunya melalui Vietnam.
Dilansir Bloomberg, Selasa (14/1/2025), langkah tersebut tidak hanya membawa keuntungan bagi Vietnam. Lonjakan ekspor juga memicu ketegangan perdagangan baru.
Dimana surplus perdagangan Vietnam dengan AS yang mencapai rekor tertinggi hingga akhir 2024 bisa menjadi sasaran kritik Presiden terpilih Donald Trump.
Sebab, pada masa jabatan sebelumnya, Trump pernah menyebut Vietnam sebagai 'penyalahguna' perdagangan.
Usut punya usut, pemerintah AS dikabarkan mulai mengambil tindakan, seperti memberlakukan tarif pada panel surya yang diproduksi di Vietnam.
Dimana panel-panel ini, sebagian besar dibuat oleh perusahaan China, dipindahkan ke negara Asia Tenggara untuk menghindari tarif AS.
Di sisi lain, perubahan tersebut juga menyoroti posisi unik China. Meski banyak perusahaan memindahkan proses produksi mereka ke Vietnam, komponen utama seperti sirkuit terpadu tetap disuplai dari China.
Tentunya hal ini menunjukkan bahwa meski ada tekanan dari AS, peran China dalam rantai pasokan global tetap kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










