Akurat

Wall Street Merosot Tertekan Sentimen Inflasi AS

Hefriday | 8 Januari 2025, 12:22 WIB
Wall Street Merosot Tertekan Sentimen Inflasi AS

AKURAT.CO Pasar saham Amerika Serikat tergelincir pada perdagangan Rabu (8/1/2025) setelah rilis data ekonomi yang positif memicu kekhawatiran baru terkait potensi rebound inflasi. Data ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan memperlambat kebijakan pelonggaran suku bunganya.  

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 178,20 poin atau 0,42% menjadi 42.528,36. Sementara itu, S&P 500 (SPX) melemah 66,35 poin atau 1,11% ke level 5.909,03. Nasdaq Composite (IXIC) mencatat penurunan terbesar, yaitu 375,30 poin atau 1,89% menjadi 19.489,68.  
 
Dikutip dari Reuters, Rabu (8/1/2025), penurunan ini terjadi setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan pembukaan lapangan kerja meningkat pada November. Di saat yang sama, aktivitas sektor jasa pada Desember juga mencatat percepatan, sementara harga input naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. 
 
 
"Pasar mulai menyadari bahwa perjuangan melawan inflasi belum selesai. Ini akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan," ujar Kepala strategi perdagangan dan derivatif di Charles Schwab, Joe Mazzola. 
 
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke 4,699%, level tertinggi sejak April, setelah data ekonomi mengindikasikan ekonomi yang kuat. Menurut Mike Dickson, kepala riset di Horizon Investments, kenaikan imbal hasil ini menambah tekanan pada pasar saham, terutama di sektor teknologi.  
 
Saham sektor teknologi menjadi salah satu yang paling terpukul, dengan indeks teknologi S&P 500 (SPLRCT) turun 2,39%. Nvidia, salah satu saham unggulan di sektor ini, merosot 6,22%. Di sisi lain, sektor kesehatan dan energi menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan.  
 
Pelaku pasar kini memproyeksikan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menunda penurunan suku bunga hingga Juni 2025. Hal ini didukung oleh data CME Group yang menunjukkan pelaku pasar tidak mengharapkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat.  
 
Saham Tesla turun 4% setelah BofA Global Research menurunkan peringkat saham ini dari "buy" menjadi "neutral." Namun, saham Micron Technology naik 2,67% setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa Micron menyediakan memori untuk chip gaming terbaru Nvidia.  
 
Selain itu, saham perbankan seperti Citigroup dan Bank of America mengalami kenaikan setelah mendapat rekomendasi positif dari beberapa broker. Sejumlah bank besar diperkirakan akan merilis laporan keuangan kuartalan dalam waktu dekat, yang menjadi fokus para investor.  
 
Volume perdagangan di bursa AS tercatat mencapai 20,45 miliar saham, jauh di atas rata-rata 12,52 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir. Di tengah tekanan pasar ini, investor juga tengah menantikan rilis data ketenagakerjaan non-pertanian dan risalah pertemuan Fed Desember sebagai panduan arah pasar berikutnya.  
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa