Kelas Menengah Hindari 7 Hal Ini Agar Tak Termakan Inflasi
Demi Ermansyah | 5 Januari 2025, 18:57 WIB

AKURAT.CO Inflasi mungkin terdengar seperti istilah ekonomi yang jauh dari kehidupan sehari-hari, tapi jangan salah, dampaknya bisa langsung terasa di dompet kita. Dari harga kebutuhan pokok yang melonjak hingga tagihan listrik yang makin mahal.
Inflasi adalah tantangan nyata bagi kelas menengah. Kalau tidak cerdas mengelola keuangan, bukan tidak mungkin kita malah terjebak dalam kesulitan finansial.
Lalu, apa saja yang perlu dihindari oleh kelas menengah agar bisa tetap bertahan menghadapi inflasi? Berikut tujuh hal yang harus dihindari untuk menjaga kestabilan keuangan, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (5/1/2025).
1. Gaya Hidup Boros
Sering nongkrong di kafe mahal, belanja barang branded, atau liburan mewah setiap bulan? Kebiasaan seperti ini bisa jadi musuh besar saat inflasi naik. Memang, kelas menengah cenderung ingin menikmati hasil kerja kerasnya, tapi penting untuk mengendalikan gaya hidup agar tidak boros. Ingat, pengeluaran kecil yang konsisten bisa jadi beban besar dalam jangka panjang.
2. Hanya Mengandalkan Satu Sumber Pendapatan
2. Hanya Mengandalkan Satu Sumber Pendapatan
Mengandalkan satu pekerjaan utama mungkin terasa nyaman, tapi ini bisa menjadi risiko besar di tengah inflasi. Biaya hidup yang terus meningkat akan lebih mudah ditangani jika kita punya sumber pendapatan tambahan. Mulailah mencari peluang, seperti berinvestasi, menjalankan usaha kecil, atau menjadi freelancer sesuai keahlian.
Baca Juga: Menko Airlangga: Paket Kebijakan Ekonomi Perkuat Kelas Menengah
3. Tidak Membuat Anggaran Keuangan
3. Tidak Membuat Anggaran Keuangan
Banyak orang merasa anggaran keuangan itu ribet dan tidak perlu. Padahal, tanpa anggaran, kita bisa dengan mudah kehilangan kendali atas pengeluaran. Saat inflasi menghantam, harga kebutuhan pokok akan naik, dan tanpa rencana keuangan, pengeluaran bisa lebih besar daripada pendapatan. Buatlah anggaran sederhana, mulai dari kebutuhan primer hingga tabungan, agar keuangan lebih terkontrol.
4. Mengabaikan Pentingnya Dana Darurat
4. Mengabaikan Pentingnya Dana Darurat
Dana darurat adalah penyelamat saat keadaan genting. Entah untuk menutupi kebutuhan mendadak atau saat pendapatan terganggu, dana darurat memberikan perlindungan finansial. Sayangnya, banyak kelas menengah yang mengabaikan hal ini. Cobalah sisihkan minimal 10% dari pendapatan setiap bulan untuk membangun dana darurat yang cukup, idealnya setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran.
5. Tidak Berinvestasi atau Salah Pilih Instrumen Investasi
5. Tidak Berinvestasi atau Salah Pilih Instrumen Investasi
Kelas menengah sering ragu untuk berinvestasi karena takut rugi. Namun, menyimpan uang di rekening tabungan saja justru bisa membuat nilainya tergerus inflasi. Cari instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko Anda, seperti reksa dana, saham, atau emas. Hindari juga investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko, karena ini hanya akan memperburuk situasi finansial Anda.
6. Mengabaikan Pendidikan Finansial
6. Mengabaikan Pendidikan Finansial
Mengelola keuangan tidak cukup hanya berdasarkan intuisi atau kebiasaan lama. Banyak kelas menengah yang mengabaikan pentingnya memahami konsep keuangan, seperti inflasi, suku bunga, dan diversifikasi aset. Luangkan waktu untuk membaca buku, mengikuti seminar, atau mendengarkan podcast tentang keuangan. Semakin paham, semakin mudah Anda membuat keputusan finansial yang bijak.
7. Mengandalkan Utang untuk Gaya Hidup
7. Mengandalkan Utang untuk Gaya Hidup
Menggunakan kartu kredit untuk belanja barang konsumtif atau mengambil pinjaman untuk memenuhi gaya hidup bisa menjadi jebakan besar. Saat inflasi naik, suku bunga pinjaman juga cenderung meningkat, sehingga utang yang Anda miliki bisa menjadi beban yang sulit diatasi. Jika harus berutang, pastikan untuk kebutuhan produktif, seperti modal usaha atau pendidikan, bukan untuk membeli gadget terbaru atau liburan mewah.
Inflasi memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita cerdas dalam mengelola keuangan. Kelas menengah perlu memahami bahwa kestabilan finansial bukan hanya tentang penghasilan besar, tapi juga tentang kebiasaan yang bijak dalam mengatur uang. Dengan menghindari gaya hidup boros, mengelola utang dengan bijak, dan terus belajar tentang keuangan, Anda bisa tetap tangguh menghadapi tantangan inflasi.
Jadi, siapkah Anda untuk mengubah kebiasaan dan menjaga keuangan tetap stabil di tengah gejolak inflasi? Yuk, mulai dari sekarang!
Inflasi memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita cerdas dalam mengelola keuangan. Kelas menengah perlu memahami bahwa kestabilan finansial bukan hanya tentang penghasilan besar, tapi juga tentang kebiasaan yang bijak dalam mengatur uang. Dengan menghindari gaya hidup boros, mengelola utang dengan bijak, dan terus belajar tentang keuangan, Anda bisa tetap tangguh menghadapi tantangan inflasi.
Jadi, siapkah Anda untuk mengubah kebiasaan dan menjaga keuangan tetap stabil di tengah gejolak inflasi? Yuk, mulai dari sekarang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










