Akurat

Konsumsi Domestik Jadi Fokus Utama Pemulihan Ekonomi China

Demi Ermansyah | 1 Januari 2025, 17:50 WIB
Konsumsi Domestik Jadi Fokus Utama Pemulihan Ekonomi China

AKURAT.CO China kini menempatkan konsumsi domestik sebagai prioritas utama dalam strategi ekonominya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan eksternal, seperti ancaman tarif tinggi dari Amerika Serikat, sekaligus untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  

Presiden Xi Jinping dan jajaran pemerintahannya telah menegaskan bahwa peningkatan konsumsi menjadi fokus utama kebijakan ekonomi untuk tahun mendatang. Ini adalah kali kedua dalam satu dekade terakhir China menempatkan konsumsi domestik sebagai perhatian utama.  
 
Untuk mendorong konsumsi, pemerintah telah memperluas subsidi pada barang elektronik rumah tangga dan kendaraan. Selain itu, belanja infrastruktur juga terus ditingkatkan, didukung oleh penjualan obligasi pemerintah yang meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.  
 
 
“Kita melihat momentum yang menjanjikan dalam konsumsi domestik, terutama pada sektor-sektor yang mendapat subsidi langsung dari pemerintah,” ujar Biro Statistik Nasional, Zhao Qinghe melalui lansiran Bloomberg, dikutip Rabu (1/1/2025).
 
Saham-saham di sektor konsumen dan ritel juga menunjukkan penguatan. Kementerian Perdagangan baru-baru ini menggelar konferensi video untuk mendorong pejabat lokal segera mengambil langkah-langkah guna memperluas permintaan domestik.  
 
Namun, data menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel pada November melemah, menyoroti tantangan dalam meningkatkan sentimen konsumen di tengah tekanan ekonomi global.  
 
Seperti yang diketahui, stimulus ekonomi menjadi bagian integral dari strategi ini. Sejak akhir September, pemerintah China telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk memperkuat daya beli masyarakat, termasuk memberikan dukungan kepada kelompok berpenghasilan rendah dan memperbaiki jaringan pengaman sosial.  
 
“Langkah-langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam mengatasi ketidakseimbangan struktural yang selama ini membebani ekonomi,” ujar Asisten Ekonom di Capital Economics, Gabriel Ng. 
 
Meski begitu, para ekonom mengingatkan bahwa dukungan kebijakan ini mungkin tidak cukup untuk menjaga momentum pertumbuhan dalam jangka panjang. Ketergantungan pada konsumsi domestik sebagai motor ekonomi membutuhkan fondasi yang lebih kuat, termasuk reformasi struktural di berbagai sektor.  
 
“Ini adalah awal yang baik, tapi kami memerlukan lebih banyak data untuk memastikan tren ini dapat berkelanjutan,” kata Ekonom Bloomberg Economics, David Qu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.