Akurat

Sektor Jasa dan Manufaktur China Kembali Bangkit Berkat Stimulus

Yosi Winosa | 1 Januari 2025, 17:43 WIB
Sektor Jasa dan Manufaktur China Kembali Bangkit Berkat Stimulus

AKURAT.CO China kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang menjanjikan. Aktivitas sektor jasa tumbuh pesat pada Desember, mencatat rekor tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, sementara sektor manufaktur mencatat pertumbuhan konsisten selama tiga bulan berturut-turut. 

Dimana pemerintah China terus menggulirkan berbagai kebijakan stimulus untuk meningkatkan permintaan domestik, yang menjadi motor penggerak utama pemulihan ini.  
 
Menurut data resmi yang dilansir Bloomberg, Rabu (1/1/2025), Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor non-manufaktur naik menjadi 52,2 pada Desember, melampaui ekspektasi banyak pihak. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang solid di sektor jasa, didukung oleh transportasi, telekomunikasi, dan jasa keuangan. 
 
 
Di sisi lain, PMI sektor manufaktur mencapai angka 50,1, menandai ekspansi yang stabil selama beberapa bulan terakhir.  “Langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintah mulai membuahkan hasil. Momentum pertumbuhan semakin stabil,” ujar Kepala Ekonom untuk Greater China di ANZ Bank, Raymond Yeung, 
 
Kenaikan aktivitas sektor jasa menjadi sorotan utama. Bidang transportasi dan telekomunikasi menunjukkan pertumbuhan signifikan, sementara sektor konstruksi juga mencatat pesanan baru untuk pertama kalinya tahun ini. Lonjakan aktivitas konstruksi ini tak lepas dari percepatan penyelesaian proyek menjelang libur Tahun Baru Imlek.  
 
Namun, tak semua sektor jasa menikmati peningkatan. Sektor katering dan perhotelan justru mengalami kontraksi, menunjukkan adanya tantangan yang masih harus diatasi dalam pemulihan menyeluruh.  
 
Sektor manufaktur juga memberikan kontribusi besar pada pemulihan ini. Indeks pesanan baru tumbuh paling cepat dalam delapan bulan terakhir, didukung oleh subsidi pemerintah untuk barang elektronik rumah tangga dan kendaraan bermotor.  Selain itu, pengiriman barang yang dipercepat untuk menghindari tarif dari Amerika Serikat juga turut memperkuat angka pertumbuhan.  
 
Menurut Zhao Qinghe, pejabat senior di Biro Statistik Nasional, aktivitas produksi dan operasional perusahaan terus meningkat pada Desember, memperpanjang tren pemulihan yang sudah berjalan selama beberapa bulan.  
 
Meskipun tren ini menunjukkan arah positif, para ekonom tetap berhati-hati. Pemulihan ini dinilai mungkin hanya bersifat sementara jika kebijakan stimulus tidak diikuti dengan reformasi struktural yang lebih mendalam. Tantangan eksternal seperti potensi tarif tinggi dari AS juga dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan di masa depan.  
 
“Dorongan kebijakan saat ini memberikan efek jangka pendek pada pertumbuhan. Namun, kita perlu melihat bagaimana kebijakan ini diterjemahkan menjadi stabilitas jangka panjang,” kata Asisten Ekonom di Capital Economics, Gabriel Ng.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.