Akurat

ECB Tunggu Lebih Lama Untuk Pemangkasan Suku Bunga

Demi Ermansyah | 30 Desember 2024, 14:59 WIB
ECB Tunggu Lebih Lama Untuk Pemangkasan Suku Bunga

AKURAT.CO Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin perlu menunggu lebih lama sebelum melakukan pemangkasan suku bunga, seiring dengan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi inflasi, seperti lonjakan harga energi dan potensi pelemahan nilai tukar euro.

Dimana hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Dewan Gubernur ECB sekaligus Gubernur Bank Nasional Austria Robert Holzmann dalam sebuah wawancara eksklusif beberapa hari lalu.

Menurut Holzmann, meskipun beberapa harga energi mulai mengalami kenaikan, masih ada beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhi inflasi. Salah satunya adalah fluktuasi nilai tukar euro yang bisa semakin melemah. 
 
“Memang benar bahwa beberapa harga energi sedang naik lagi. Namun, ada juga skenario lain, seperti depresiasi euro yang lebih kuat, yang bisa mendorong inflasi kembali naik,” ujar Holzmann melalui lansiran Bloomberg, Senin (30/12/2024).

Sehingga kondisi ini membuat ECB berpikir dua kali sebelum mengambil langkah untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Jika inflasi dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti harga energi dan nilai tukar euro, maka pengambilan keputusan untuk menurunkan suku bunga menjadi lebih rumit. 
 
 
Holzmann mengungkapkan bahwa meskipun ECB telah mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan, kebijakan tersebut harus dipertimbangkan dengan hati-hati, mengingat dampaknya terhadap stabilitas ekonomi kawasan euro.

Bagi banyak negara di zona euro, kebijakan moneter yang lebih longgar seperti penurunan suku bunga memang bisa menjadi salah satu cara untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. 
 
Namun, jika ada risiko inflasi yang lebih besar, ECB harus mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melakukan pemangkasan suku bunga agar tidak menambah masalah inflasi yang sudah ada.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah dampak harga energi. Seperti yang kita ketahui, harga energi terutama minyak dan gas memiliki peran yang sangat besar dalam ekonomi global. Kenaikan harga energi, terutama yang dipicu oleh ketegangan geopolitik atau gangguan pasokan, dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dan menekan daya beli masyarakat. 
 
Jika harga energi terus naik, ECB harus berhati-hati agar penurunan suku bunga tidak memicu inflasi yang lebih parah. Selain itu, fluktuasi nilai tukar euro juga bisa memperburuk kondisi ekonomi. Jika euro semakin melemah terhadap mata uang utama lainnya, terutama dolar AS, maka harga barang impor akan lebih mahal, yang dapat meningkatkan biaya hidup di kawasan euro. 
 
Jika ini terjadi, inflasi bisa kembali melonjak, membuat ECB harus meninjau ulang kebijakan penurunan suku bunga yang sudah direncanakan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor ini, ECB tampaknya akan mengambil sikap lebih hati-hati dan mungkin akan menunggu lebih lama sebelum membuat keputusan untuk menurunkan suku bunga. Holzmann pun menegaskan, kemungkinan akan perlu waktu lebih lama sebelum mengambil langkah tersebut.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.