Perputaran Ekonomi Selama Nataru 2025 Tembus Rp100 Triliun

AKURAT.CO Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi nasional.
Diperkirakan, perputaran ekonomi selama periode ini mencapai Rp91-100 triliun, didorong oleh meningkatnya jumlah pemudik dan belanja liburan masyarakat. Perputaran uang selama periode ini bila dihitung rata-rata perkeluarga diperkirakan mencapai Rp3,3 juta per keluarga pemudik.
"Di tengah daya beli masyarakat yang menurun ternyata tidak mengurangi masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik dan berwisata bersama keluarga," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang dalam keterangannya, Jumat (27/12/2024).
Baca Juga: Momen Libur Lebaran 2024, Menteri Sandi Taksir Perputaran Ekonomi Tembus Rp400 T
Sejumlah daerah diprediksi menjadi destinasi favorit bagi masyarakat selama Nataru. Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Sumatera Utara, Bali, dan Sulawesi Selatan hingga natal, 25 Desember 2024 mencatatkan peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan.
Berbagai sektor ekonomi diperkirakan akan merasakan dampak positif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan jumlah pemudik meningkatkan permintaan terhadap moda transportasi darat, laut, dan udara, yang digadang akan memberikan kontribusi signifikan pada sektor transportasi.
Sektor pariwisata juga diuntungkan dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke objek wisata populer, mendukung ekonomi lokal di berbagai daerah. Selain itu, sektor perdagangan dan UMKM diproyeksikan mengalami lonjakan penjualan, terutama untuk produk fashion, makanan, minuman seperti kue, snack, daging, serta minuman beralkohol, yang menjadi favorit selama liburan.
"Tentu akan mengalami peningkatan penjualan yang signifikan untuk kebutuhan Nataru khususnya produsen fashion, makanan dan minuman ," tambah Sarman.
Lonjakan Jumlah Pemudik
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik diproyeksikan mencapai 110,67 juta orang, jumlah tersebut naik naik 3,67 juta orang dibandingkan tahun lalu.
Beberapa faktor yang mendorong lonjakan jumlah pemudik tahun ini diantaranya perencanaan perjalanan yang dilakukan sejak jauh hari oleh banyak keluarga untuk memanfaatkan libur panjang. Selain itu, kebijakan pemerintah yang menetapkan libur bersama selama 10 hari memberikan waktu lebih bagi masyarakat untuk bepergian.
Penurunan tarif penerbangan sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, serta stabilitas harga transportasi lainnya, turut menarik lebih banyak pemudik untuk menggunakan moda transportasi udara.
Momen Nataru 2024/2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan akhir tahun, tetapi juga penggerak ekonomi di berbagai sektor. Pemerintah juga mengimbau para pelaku usaha untuk mempersiapkan layanan terbaik demi mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama liburan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









