Memanas, AS - China Perang Tarif Semikonduktor

AKURAT.CO Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas. Pemerintahan Joe Biden mengumumkan penyelidikan terhadap cip semikonduktor lawas yang diproduksi di China.
Langkah ini membuka peluang pemberlakuan tarif baru pada cip tersebut, yang digunakan dalam berbagai sektor seperti otomotif, telekomunikasi, hingga perangkat medis.
China dengan cepat merespons keras langkah AS. Juru bicara Kementerian Perdagangan China meminta AS untuk segera menghentikan penyelidikan yang dianggap salah dan mengancam akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kepentingannya.
Baca Juga: Prospek Industri Semikonduktor AS di Bawah Trump
Dilansir dari Bloomberg, Selasa (24/12/2024), dalam penyelidikan baru-baru ini, AS menggunakan Pasal 301, kerangka hukum yang sebelumnya dimanfaatkan oleh pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif besar-besaran pada berbagai produk impor dari China.
Langkah ini juga mencerminkan ketegangan yang lebih luas dalam hubungan AS-China. Kedua negara telah terlibat dalam persaingan teknologi selama bertahun-tahun, dengan semikonduktor menjadi salah satu medan utama.
Namun, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kedua negara. Negara-negara Asia lainnya, seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, yang terintegrasi dalam rantai pasokan cip global, juga menghadapi ketidakpastian.
Selain itu, langkah ini juga mempengaruhi hubungan perdagangan internasional yang lebih luas. Banyak negara khawatir bahwa ketegangan ini akan memicu perlombaan proteksionisme, menghambat perdagangan bebas, dan mengancam stabilitas ekonomi global.
Di dalam negeri, AS menghadapi dilema. Sementara langkah ini dianggap penting untuk melindungi keamanan nasional, dampaknya terhadap konsumen dan perusahaan AS tidak dapat diabaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










