Akurat

Ini Alasan DPR Tolak Usulan Anggaran Trump

Demi Ermansyah | 20 Desember 2024, 16:09 WIB
Ini Alasan DPR Tolak Usulan Anggaran Trump

AKURAT.CO Dengan tenggat waktu peralihan pemerintah yang semakin dekat, DPR AS yang dipimpin oleh Partai Republik menolak rancangan anggaran sementara yang diusulkan Presiden terpilih Donald Trump pada Kamis (19/12/2024) lalu. 

Dimana hasil voting menunjukkan ketegangan internal di Partai Republik, dengan 38 anggotanya menentang proposal tersebut meskipun mendapat dukungan penuh dari Trump dan penasihat utamanya, Elon Musk.  
 
Trump bersikeras agar rancangan tersebut mencakup ketentuan untuk menaikkan atau menghapus pagu utang federal sebelum ia resmi menjabat. Namun, upaya ini mendapat tentangan keras dari anggota parlemen GOP yang konservatif. “Kami akan berkumpul kembali untuk mencari solusi lain,” ujar Ketua DPR Mike Johnson setelah hasil pemungutan suara, dilansi Bloomberg, Jumat (20/12/2024).
 
 
Upaya Trump menekan Partai Republik tidak main-main. Dirinya bahkan mengancam akan melawan mereka yang menolak mendukungnya pada Pemilu mendatang. Elon Musk turut berperan dalam kampanye tekanan ini melalui serangkaian unggahan di media sosialnya, X. Dimana Musk menyalahkan Demokrat atas kegagalan rancangan tersebut.  
 
Beberapa anggota GOP menolak proposal ini karena mempermasalahkan perpanjangan pagu utang yang dianggap berlebihan. Dari kubu Demokrat, Pemimpin Partai Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, menyebut rencana tersebut sebagai “dorongan ekstrem dari Partai Republik MAGA yang membawa kita ke ambang shutdown.”  
 
Tanpa tindakan kongres, pendanaan pemerintah akan berakhir pada Jumat malam (20/12/2024). Rancangan yang didukung Trump sebenarnya memberikan tenggat baru hingga 14 Maret 2025, namun kegagalannya kini membuat situasi semakin tidak pasti.  
 
Musk, yang ditunjuk Trump untuk memimpin efisiensi pemerintah, juga mengecam kenaikan gaji anggota parlemen dalam rancangan tersebut. Ia menilai pengeluaran itu berlawanan dengan misi pemangkasan anggaran besar-besaran yang diembannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.