Jelang Pelantikan, Usulan Pagu Utang Trump Jadi Sorotan
Demi Ermansyah | 20 Desember 2024, 16:05 WIB

AKURAT.CO Hanya tersisa 24 jam sebelum peralihan pemerintah AS, Dewan Perwakilan Rakyat menolak rancangan anggaran sementara yang diusulkan Presiden terpilih Donald Trump.
Isu utama yang menjadi perdebatan adalah ketentuan terkait pagu utang federal, yang kini kembali menjadi sorotan dalam politik AS.
Trump dan penasihat utamanya, Elon Musk, menekan keras anggota parlemen GOP untuk menyetujui rancangan ini. Trump bahkan menyebut penghapusan pagu utang sepenuhnya sebagai “hal paling cerdas” yang bisa dilakukan oleh legislator.
Mengapa Pagu Utang Jadi Masalah? Dilansri Bloomberg, Jumat (20/12/2024), rancangan anggaran Trump mencakup lebih dari USD100 miliar untuk bantuan bencana, kenaikan gaji parlemen, dan perpanjangan pagu utang hingga dua tahun.
Namun, sebagian besar anggota Partai Republik menolak karena mempermasalahkan besarnya tambahan utang yang mencapai USD5 triliun. “Menambah utang sambil menyebut rancangan ini lebih sederhana adalah hal yang konyol,” kritik Chip Roy selaku anggota GOP dari Texas.
Pagu utang sebenarnya tidak ada dalam agenda legislatif menjelang liburan akhir tahun. Namun, Trump bersikeras agar isu ini diselesaikan sebelum ia resmi menjabat, sehingga membuat suasana politik semakin tegang.
Tanpa tindakan dari Kongres, pendanaan pemerintah akan berhenti pada Jumat malam. Hal ini berpotensi menghentikan berbagai layanan publik, memperlambat ekonomi, dan menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan.
Ketua Komite Alokasi DPR, Tom Cole mengaku heran dengan penolakan terhadap rancangan ini. “RUU ini memberikan perlindungan penting bagi rakyat Amerika,” katanya.
Sebagai penasihat utama Trump, Musk tidak hanya memainkan peran di balik layar, tetapi juga secara aktif menggerakkan opini publik melalui platform media sosialnya, X. Ia bahkan menyebut bahwa setiap anggota parlemen yang mendukung rancangan ini harus dihukum dalam Pemilu mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








