Antisipasi Tarif Agresif Trump, Korsel Pangkas Suku Bunga
Demi Ermansyah | 28 November 2024, 18:56 WIB

AKURAT.CO Bank of Korea (BoK) membuat kejutan dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi 3% pada Kamis (28/11/2024). Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa bank sentral sedang menghadapi tekanan untuk meredam perlambatan ekonomi dan meningkatkan daya saing perdagangan di tengah ketidakpastian global.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat mayoritas ekonom yang disurvei oleh Bloomberg sebelumnya memperkirakan BOK akan mempertahankan suku bunga di 3,25%.
Dari 22 ekonom yang disurvei, hanya empat yang memprediksi pemotongan tersebut. Penurunan ini menjadi yang kedua dalam dua bulan terakhir, sebuah langkah yang jarang diambil oleh BOK tanpa adanya krisis besar.
Seperti yang diketahui, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sangat bergantung pada ekspor yang kini menghadapi tantangan besar. Perlambatan di sektor properti, penurunan tekanan inflasi, dan melambatnya pertumbuhan ekspor menjadi alasan utama dibalik keputusan BOK.
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS turut memperburuk ketidakpastian, terutama karena kebijakan tarif proteksionis yang dijanjikannya dapat memukul mitra dagang seperti Korea Selatan.
Baca Juga: Hana Bank Gandeng Korea Tourism Organization Dorong Kunjungan ke Korsel
"Setelah pemilu AS, hambatan ekspor diperkirakan meningkat. Kami melihat pembuat kebijakan akan lebih fokus pada langkah-langkah preventif," ujar Ekonom Nomura Holdings dari Jeong Woo Park melalui lansiran Bloomberg.
Tak hanya itu saja, BOK juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 menjadi 1,9%, turun dari prediksi 2,1% yang dirilis pada Agustus. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar terhadap melambatnya sektor semikonduktor, salah satu andalan ekspor Korea Selatan.
Senada dengan Woo Park, Analis Kiwoom Securities Co, Ahn Yea-ha menambahkan bahwa ketidakpastian terkait ekspor semakin meningkat, terutama dengan potensi tarif baru terhadap China, yang juga merupakan mitra dagang utama Korea Selatan.
"Langkah BOK menunjukkan urgensi untuk bersikap lebih fleksibel dalam menghadapi gejolak global. Meski BOK dikenal enggan menurunkan suku bunga secara berturut-turut, keputusan ini mencerminkan niat bank sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian perdagangan dan geopolitik," paparnya.
Ke depan, lanjutnyam perhatian tertuju pada langkah BOK dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan.
"Setelah pemilu AS, hambatan ekspor diperkirakan meningkat. Kami melihat pembuat kebijakan akan lebih fokus pada langkah-langkah preventif," ujar Ekonom Nomura Holdings dari Jeong Woo Park melalui lansiran Bloomberg.
Tak hanya itu saja, BOK juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 menjadi 1,9%, turun dari prediksi 2,1% yang dirilis pada Agustus. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar terhadap melambatnya sektor semikonduktor, salah satu andalan ekspor Korea Selatan.
Senada dengan Woo Park, Analis Kiwoom Securities Co, Ahn Yea-ha menambahkan bahwa ketidakpastian terkait ekspor semakin meningkat, terutama dengan potensi tarif baru terhadap China, yang juga merupakan mitra dagang utama Korea Selatan.
"Langkah BOK menunjukkan urgensi untuk bersikap lebih fleksibel dalam menghadapi gejolak global. Meski BOK dikenal enggan menurunkan suku bunga secara berturut-turut, keputusan ini mencerminkan niat bank sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian perdagangan dan geopolitik," paparnya.
Ke depan, lanjutnyam perhatian tertuju pada langkah BOK dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan.
"Dengan proyeksi ekonomi yang suram dan tantangan global yang semakin kompleks, keputusan ini menjadi indikasi bahwa bank sentral siap bertindak cepat untuk melindungi ekonomi Korea Selatan dari tekanan yang lebih besar," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










