Bos ECB Dorong Inovasi dan Integrasi Pasar Modal di Uni Eropa
Demi Ermansyah | 23 November 2024, 18:24 WIB

AKURAT.CO Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, menekankan pentingnya inovasi dan integrasi pasar modal di Eropa di tengah memburuknya situasi geopolitik. Berbicara pada Kongres Perbankan Eropa di Frankfurt.
Lagarde mengungkapkan bahwa ketidakaktifan Eropa dalam merespons tantangan ini telah menghilangkan banyak waktu berharga sejak pesan serupa disampaikannya di acara yang sama tahun 2023.
Menurut Lagarde, posisi inovasi Eropa terus merosot, dengan kesenjangan teknologi antara Eropa dan Amerika Serikat semakin nyata. "Lingkungan geopolitik kini kurang mendukung, dengan meningkatnya ancaman terhadap perdagangan bebas dari berbagai arah," ujarnya melalui lansiran Bloomberg, dikutip Sabtu (23/11/2024).
Sejak pidatonya tahun lalu, situasi tidak banyak berubah. Donald Trump kembali ke Gedung Putih, sementara inisiatif Uni Eropa untuk membentuk Organisasi Pasar Modal Bersama (CMU) mandek. Selain itu, Jerman dan Prancis dua ekonomi terbesar di Eropa menghadapi kebuntuan politik, menjelang pemilu di Jerman awal tahun depan.
"Kita semakin membutuhkan pasar modal yang terintegrasi, tetapi kemajuan nyata belum terlihat," kata Lagarde.
Tak sampai disitu dirinya juga menyoroti betapa kompleksnya proses CMU, yang sejak 2015 melibatkan 55 proposal regulasi dan 50 inisiatif non-legislatif. Sayangnya, prioritas nasional seringkali menghambat implementasi.
Akibatnya, pasar keuangan Eropa tetap terpecah, dengan masyarakatnya menyimpan lebih banyak aset dalam bentuk tunai ketimbang investasi, berbeda dengan Amerika Serikat.
Lagarde menyarankan pembentukan "European SEC" atau menggunakan pendekatan supranasional yang telah berhasil diterapkan dalam pengawasan perbankan. Alternatif lainnya adalah menciptakan kerangka hukum Uni Eropa yang memungkinkan perusahaan memilih di antara berbagai rezim nasional.
Presiden Bundesbank Joachim Nagel dan Gubernur Bank Prancis François Villeroy de Galhau, yang juga berbicara di acara tersebut, menyerukan langkah konkret untuk menciptakan "Serikat Tabungan dan Investasi."
Lagarde menyarankan pembentukan "European SEC" atau menggunakan pendekatan supranasional yang telah berhasil diterapkan dalam pengawasan perbankan. Alternatif lainnya adalah menciptakan kerangka hukum Uni Eropa yang memungkinkan perusahaan memilih di antara berbagai rezim nasional.
Presiden Bundesbank Joachim Nagel dan Gubernur Bank Prancis François Villeroy de Galhau, yang juga berbicara di acara tersebut, menyerukan langkah konkret untuk menciptakan "Serikat Tabungan dan Investasi."
Mereka menekankan perlunya mekanisme intermediasi yang lebih baik, terutama melalui ekuitas dan modal ventura, guna memanfaatkan surplus tabungan sektor swasta senilai lebih dari EUR300 miliar per tahun.
Lagarde juga menggarisbawahi peran penting bank pembangunan publik, seperti Bank Investasi Eropa (EIB), dalam mendukung inovasi dan startup. "EIB perlu diberi ruang lebih untuk memanfaatkan sumber dayanya secara efektif dan mendukung perusahaan rintisan di tahap awal," tukasnya.
Lagarde juga menggarisbawahi peran penting bank pembangunan publik, seperti Bank Investasi Eropa (EIB), dalam mendukung inovasi dan startup. "EIB perlu diberi ruang lebih untuk memanfaatkan sumber dayanya secara efektif dan mendukung perusahaan rintisan di tahap awal," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








