Akurat

Starbuck Cari Mitra Baru, Perkuat Posisi di China

Demi Ermansyah | 22 November 2024, 21:28 WIB
Starbuck Cari Mitra Baru, Perkuat Posisi di China

AKURAT.CO Starbucks kembali menegaskan komitmennya untuk mencari kemitraan strategis demi memperkuat operasinya di China.

Pernyataan ini disampaikan pasca beberapa laporan dari media yang menyebut perusahaan raksasa kopi asal Seattle tersebut tengah mempertimbangkan penjualan sebagian saham bisnisnya kepada mitra lokal guna meningkatkan kinerja di pasar penting tersebut. 

CEO Starbucks, Brian Niccol menjelaskan kepada investor bahwa perusahaan menghadapi tantangan berat di pasar utama seperti AS dan China. Dengan perlambatan permintaan minuman di kedua negara, Starbucks berencana untuk merombak toko-tokonya di AS sekaligus meningkatkan pemahaman operasional di China, yang merupakan pasar terbesar kedua setelah AS. 

 
"Persaingan di China sangat ketat, dan kami perlu menemukan cara yang efektif untuk tumbuh di sana. Kemitraan strategis adalah salah satu langkah yang kami eksplorasi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," kata Niccol melalui lansiran Reuters, Jumat (22/11/2024).
 
Baca Juga: Starbuck Gandeng Rumah Mode 3.1 Kampanye Ramah Lingkungan

Usut punya usut, Starbucks sedang menjajaki berbagai opsi terkait bisnisnya di China, termasuk kemungkinan melepas sebagian saham kepada investor potensial, seperti perusahaan ekuitas lokal. 
 
Langkah ini dinilai penting di tengah lemahnya belanja konsumen dan persaingan ketat dengan jaringan kedai kopi lokal seperti Luckin Coffee, yang tahun lalu berhasil mengungguli Starbucks dalam penjualan tahunan untuk pertama kalinya di pasar China.  

Meski tidak memberikan rincian lebih lanjut, Starbucks melalui pernyataannya menegaskan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk mengembangkan bisnis dan kemitraannya di China.
 
Hingga saat ini, Starbucks mengoperasikan hampir 7.600 gerai di negara tersebut. Namun, tantangan besar masih menghadang, dengan penurunan penjualan selama tiga kuartal berturut-turut, termasuk penurunan hingga 14% pada kuartal terakhir.  

Situasi ini menjadi alarm bagi Starbucks untuk segera mengambil langkah strategis. Perusahaan bahkan menunda proyeksi keuangan untuk tahun fiskal mendatang, menandakan adanya kebutuhan mendesak untuk restrukturisasi besar-besaran. 
 
Di tengah lesunya ekonomi China, kemitraan strategis dan inovasi dianggap sebagai kunci bagi Starbucks untuk tetap relevan dan mempertahankan pangsa pasar.  

Sementara itu, rival utama Starbucks, Luckin Coffee, terus memperkuat dominasinya dengan strategi agresif seperti promosi harga dan produk lokal yang inovatif.
 
Persaingan ini memaksa Starbucks untuk tidak hanya fokus pada perluasan jaringan tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih lokal dan relevan dengan kebutuhan konsumen China.  

Upaya Starbucks di China tidak hanya tentang menyelamatkan bisnis lokalnya, tetapi juga mempertahankan posisinya sebagai pemain global yang mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah cepat.
 
Dengan strategi baru yang sedang disiapkan, perusahaan ini berharap dapat memperbaiki tren negatif dan kembali menciptakan pertumbuhan berkelanjutan di pasar paling kompetitif di dunia ini.  
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.