Meski Ekspansif, Manufaktur China Masih Dihadang Tantangan Eksternal dan Internal
Demi Ermansyah | 4 November 2024, 23:29 WIB

AKURAT.CO Di tengah tanda-tanda pemulihan yang didorong oleh kebijakan stimulus, sektor manufaktur China menghadapi tantangan besar dari ketidakpastian ekonomi global.
Meskipun survei PMI Caixin pada bulan Oktober menunjukkan kenaikan ke angka 50,3 dari 49,3 pada September, ancaman dari tarif impor di beberapa wilayah utama dunia berpotensi menghambat laju pertumbuhan sektor ini.
Melansir dari Bloomberg, Uni Eropa sebagai contoh baru-baru ini kembali menerapkan tarif pada kendaraan listrik asal China. Di mana hal ini tentu menjadi pukulan besar bagi pabrikan China yang tengah menggenjot ekspor kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Melansir dari Bloomberg, Uni Eropa sebagai contoh baru-baru ini kembali menerapkan tarif pada kendaraan listrik asal China. Di mana hal ini tentu menjadi pukulan besar bagi pabrikan China yang tengah menggenjot ekspor kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Selain itu, pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan datang menambah ketidakpastian, terutama jika Donald Trump, yang sebelumnya menerapkan tarif tinggi terhadap barang-barang China, terpilih kembali. Trump telah mengancam akan menaikkan tarif hingga 60% terhadap produk-produk China, yang tentunya akan mempengaruhi stabilitas sektor ekspor.
Selain hambatan eksternal, ekonomi domestik China masih menghadapi tantangan internal, seperti perlambatan sektor perumahan yang berkepanjangan, ketenagakerjaan yang lemah, serta tekanan deflasi yang masih membayangi.
Selain hambatan eksternal, ekonomi domestik China masih menghadapi tantangan internal, seperti perlambatan sektor perumahan yang berkepanjangan, ketenagakerjaan yang lemah, serta tekanan deflasi yang masih membayangi.
Pabrik-pabrik di China juga mencatat pertumbuhan terlemah dalam enam kuartal terakhir hingga akhir September, menunjukkan bahwa pasar domestik masih lemah dan belum mampu menopang pemulihan penuh ekonomi.
Meski pemerintah China telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk mendorong ekonomi, tekanan yang timbul dari ketegangan dagang dan risiko geopolitik membuat pemulihan ekonomi China di tengah ketidakpastian global ini semakin kompleks.
Meski pemerintah China telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk mendorong ekonomi, tekanan yang timbul dari ketegangan dagang dan risiko geopolitik membuat pemulihan ekonomi China di tengah ketidakpastian global ini semakin kompleks.
Ekonom menilai bahwa pemerintah perlu menyiapkan strategi tambahan guna menghadapi tantangan-tantangan ini agar target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dapat tercapai di tengah tekanan eksternal yang semakin tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










