Akurat

Termasuk Jerman, Sebagian Negara Uni Eropa Bisa Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global

Demi Ermansyah | 31 Oktober 2024, 14:48 WIB
Termasuk Jerman, Sebagian Negara Uni Eropa Bisa Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global

AKURAT.CO Pada kuartal ketiga tahun 2024, sebagian besar negara ekonomi utama di kawasan euro berhasil mencatat pertumbuhan, bahkan Jerman, yang sempat diprediksi mengalami resesi, berhasil bertahan. 

Data ini menunjukkan bahwa kawasan euro memiliki daya tahan ekonomi di tengah tekanan global, tetapi ketahanan ini tidak merata. Meskipun pertumbuhan meningkat signifikan di Prancis dan stabil di Spanyol, Italia justru mengalami stagnasi, sementara sektor manufaktur Jerman menghadapi tantangan besar yang menahan laju pemulihan.
 
Dilansir Bloomberg, Kamis (31/10/20240, Prancis disebutkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di zona euro dengan akselerasi yang mengejutkan, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan belanja publik. Olimpiade yang sudah berjalan beberapa waktu lalu juga menambah dorongan sementara, membantu menutupi beberapa kelemahan mendasar dalam keuangan negara. 
 
Seperti halnya Prancis, Spanyol yang ekonominya lebih terfokus pada sektor jasa, menunjukkan stabilitas yang relatif tinggi, mengungguli ekspektasi pasar. Di sisi lain, Jerman berhasil mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,2%, meski revisi untuk kuartal sebelumnya menunjukkan penurunan yang cukup tajam, hal ini mengejutkan analis yang sebelumnya memprediksi resesi. 
 
 
Sementara itu, Italia menjadi titik lemah dalam perekonomian zona euro dengan output yang stagnan, menggambarkan tantangan yang masih dihadapi negara ini dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dari sisi inflasi, zona euro masih berhasil menjaga laju kenaikan harga di bawah target Bank Sentral Eropa (ECB). Data terbaru menunjukkan inflasi di Spanyol mencapai 1,8%, hanya sedikit di bawah target 2% ECB, yang mungkin dapat meredakan kekhawatiran terhadap ancaman kenaikan harga yang tidak terkendali. 
 
Kondisi ini penting bagi ECB, yang saat ini tengah mempertimbangkan apakah perlu melakukan pemotongan suku bunga tambahan untuk mendukung perekonomian, meskipun sebagian pembuat kebijakan memperingatkan agar tidak terburu-buru dalam mengambil langkah tersebut. 
 
Nilai tukar euro bahkan sempat menguat, sementara imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun stabil di 2,34%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar merespons secara positif terhadap perkembangan ekonomi kawasan, meskipun para trader telah menurunkan ekspektasi untuk pemotongan suku bunga ECB pada Desember mendatang.

Namun, tekanan terbesar masih terfokus di Jerman, dimana sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi negara tersebut bergulat dengan menurunnya daya saing akibat berbagai faktor. 
 
Biaya energi yang tinggi, regulasi yang ketat, serta kurangnya tenaga kerja terampil telah menghambat sektor ini. Kondisi ini berdampak pada keputusan konsumen Jerman yang lebih memilih untuk menabung daripada membelanjakan kenaikan gaji mereka. 
 
Akibatnya, pemulihan ekonomi domestik Jerman berjalan lambat, dan pasar tenaga kerja mulai merasakan dampaknya. Data terbaru menunjukkan bahwa pengangguran di Jerman meningkat sebesar 27.000 pada bulan Oktober, lebih tinggi dari prediksi para ekonom yang memperkirakan kenaikan hanya 15.000 orang. 
 
Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran bertahan di angka 6,1%, menandakan adanya tekanan di sektor ketenagakerjaan.

Negara-negara yang lebih mengandalkan sektor jasa dibandingkan manufaktur cenderung berkinerja lebih baik di zona euro. Pada bulan Oktober, sektor swasta di luar Prancis dan Jerman mengalami pertumbuhan yang lebih cepat, sesuai dengan survei bisnis yang dilakukan oleh S&P Global. 
 
Tentunya hal Ini mengindikasikan bahwa perekonomian berbasis jasa lebih mampu bertahan di tengah tekanan, terutama di sektor pariwisata dan layanan konsumen yang terus bertumbuh. Di Prancis, efek sementara dari persiapan Olimpiade membantu meredakan kelemahan ekonomi negara tersebut, meski tantangan fiskal masih membayangi. 
 
Pemerintah Prancis saat ini tengah menghadapi beban defisit anggaran yang meningkat, yang berisiko merusak kepercayaan investor. 
 
Menurut Perdana Menteri Prancis, Michel Barnier menjelaskan bahwa negaranya sedang berusaha untuk memberlakukan pemangkasan belanja publik serta kenaikan pajak, meski menghadapi tantangan politik di parlemen yang tidak memiliki mayoritas suara.

Austria dan Lithuania juga menjadi contoh positif di kawasan euro, dengan masing-masing mencatatkan ekspansi ekonomi yang cukup signifikan. Austria berhasil mencapai pertumbuhan sebesar 0,3%, tertinggi dalam dua tahun terakhir, terutama didorong oleh pemulihan konsumsi domestik. 
 
Di sisi lain, Lithuania mengalami percepatan pertumbuhan PDB, memperlihatkan peningkatan yang mencerminkan daya tahan ekonomi di beberapa negara kawasan.

Secara keseluruhan, data pertumbuhan ekonomi terbaru dari zona euro membawa angin segar, memberikan kelegaan sementara bagi pasar dan investor di tengah kekhawatiran yang terus berkembang. Namun, kondisi ketahanan ini harus dilihat secara hati-hati. 
 
Ketimpangan antara negara-negara dengan basis industri yang kuat dan negara yang lebih fokus pada sektor jasa menciptakan tantangan yang kompleks bagi ECB dan pembuat kebijakan nasional. 
 
Langkah-langkah ke depan akan sangat menentukan apakah zona euro mampu mempertahankan stabilitasnya atau menghadapi ancaman baru di masa depan, terutama dengan ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.