Akurat

Brand Mewah Kehilangan Pamor di China, Produk Lokal Tumbuh Pesat

Yosi Winosa | 26 Oktober 2024, 23:16 WIB
Brand Mewah Kehilangan Pamor di China, Produk Lokal Tumbuh Pesat

AKURAT.CO Kecenderungan konsumen China untuk lebih hemat telah mendorong pertumbuhan bagi peritel anggaran domestik seperti Miniso Group Holding Ltd. Di mana diperkirakan perusahaan tersebut akan kembali mencatatkan kenaikan dua digit dalam laporan kuartalannya, menurut perkiraan analis yang dikumpulkan oleh Bloomberg. 

Sementara itu, pendapatan Luckin Coffee (salah satu perusahaan lokal China) pada kuartal ketiga diperkirakan tetap kuat, sejalan dengan level kuartal sebelumnya yang mencapai pertumbuhan lebih dari 30%.
 
Di sisi lain, merek-merek global besar seperti L'Oreal, Estee Lauder Cos, SK-II dari Procter & Gamble Co, dan Shiseido Co menghadapi tantangan berat. Jika mengacu kepada hasil data dari Hangzhou Zhiyi Tech menunjukkan penurunan penjualan antara 35%-50% dalam 12 bulan hingga September pada platform e-commerce terbesar di China, di bawah naungan Alibaba Group Holding Ltd. 
 
 
 
Namun, label lokal seperti Proya, Kans, dan Comfy yang dimiliki oleh Giant Biogene Holding Co justru melaporkan kenaikan penjualan lebih dari 20% pada periode yang sama. Menurut analis Citigroup Tiffany Feng, pelemahan penjualan L'Oreal di China menunjukkan permintaan yang lemah, terutama di luar musim, serta peningkatan persaingan dari merek domestik.
 
"Segmen kecantikan premium L'Oreal terdampak signifikan akibat penurunan belanja konsumen yang makin berhati-hati. Bahkan dalam catatan sebelumnya, konsumsi barang mewah juga belum mengalami peningkatan selama liburan Golden Week, meskipun ada stimulus kebijakan makro dari pemerintah China yang mendorong reli jangka pendek di saham-saham barang mewah," tulisnya. 
 
Kemudian menurut Analis Konsumen China di Gavekal Dragonomics, Enan Cui mencatat bahwa merek lokal memenangkan persaingan. "Konsumen kini lebih sensitif terhadap harga dan cenderung mencari produk bernilai tinggi di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi," ungkapnya. 
 
Sementara itu, Proya Cosmetics Co, perusahaan kosmetik lokal yang berbasis di Hangzhou, mencatatkan lonjakan penjualan dan laba sebesar 21% pada kuartal yang berakhir September. Ini terjadi sehari setelah L'Oreal SA melaporkan penjualan kuartalan yang mengecewakan, menunjukkan bahwa pasar China menjadi hambatan utama bagi pendapatan mereka.
 
Kinerja perusahaan lokal ini mengindikasikan bahwa strategi produk yang terjangkau dan pemasaran yang terfokus online berhasil menarik perhatian konsumen di China, di mana merek premium internasional justru mengalami penurunan permintaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.