Era Suku Bunga Tinggi Berakhir, Bos BNI Tetap Waspadai Ketidakpastian Global
Demi Ermansyah | 8 Oktober 2024, 16:08 WIB

AKURAT.CO Era suku bunga tinggi yang ditetapkan oleh bank termasuk The Federal Reserve (The Fed) AS dan Bank Indonesia, mulai berakhir dengan penurunan suku bunga, tantangan ekonomi global tetap besar.
Merespon hal tersebut, menurur Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Royke Tumilaar, menegaskan bahwa ekonomi global masih menghadapi dinamika VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas).
"Walaupun pandemi dan era suku bunga tinggi telah berlalu, perekonomian global masih terperangkap dalam situasi VUCA," kata Royke saat pembukaan BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi dunia terus diperburuk oleh risiko geopolitik yang masih berlangsung, seperti konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan serta meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah.
Perang ini tidak hanya mempengaruhi stabilitas politik global, tetapi juga memperparah ketidakpastian dalam ekonomi internasional. "Volatilitas ekonomi global juga tercermin dalam proyeksi yang lebih rendah dari lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF)," paparnya.
Royke menambahkan bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan lebih lambat dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, tantangan global juga semakin kompleks dengan munculnya fenomena seperti digitalisasi, perubahan iklim, dan kebutuhan akan ekonomi inklusif.
Menurut Royke, negara-negara di dunia harus beradaptasi dengan perubahan ini, meskipun situasi yang dihadapi semakin sulit. Namun, di tengah tantangan global tersebut, Royke menyampaikan bahwa Indonesia patut bersyukur karena memiliki pondasi ekonomi yang kuat, didukung oleh stabilitas politik yang baik.
"Kondisi ini memberikan harapan bagi Indonesia untuk dapat bertahan dan terus tumbuh di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










