Akurat

Wamenkeu Thomas Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 8 Persen di Era Prabowo

Demi Ermansyah | 26 September 2024, 16:35 WIB
Wamenkeu Thomas Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 8 Persen di Era Prabowo

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, optimis bahwa pertumbuhan ekonomi di era Presiden terpilih Prabowo Subianto mampu mencapai 8 persen. Meskipun target tersebut tidak untuk 2025 mendatang melainkan dalam jangka lima tahun yang akan datang.

"Jadi, untuk yang 8 persen, tolong dipahami bahwa itu bukan untuk tahun depan," ungkap Thomas dalam acara Media Gathering APBN 2025 di Anyer, Banten, Rabu (25/9/2024).

Sebab, 8 persen hanyalah target dari pemerintahan Pak Prabowo dan berlaku selama lima tahun ke depan.

Baca Juga: Prabowo Perlu Strategi Ini Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

"Tentunya ini tidak mudah, sebab untuk mencapai pertumbuhan tersebut perlu ada mesin pertumbuhan yang baru. Karena itu saya katakan kembali, kita enggak akan bisa mencapai angka yang lebih tinggi dari yang sudah ditetapkan jika tidak mencari sumber pertumbuhan baru," tambahnya.

Tak hanya itu saja, Thomas juga menekankan bahwa dalam rangka menemukan mesin pertumbuhan ekonomi ke depan bukanlah hal yang mudah pula, sebab ada banyak sekali tantangan-tantangan besar yang akan menanti.

"Misal, hilirisasi komoditas yang masih minim pengembangan pun perlu mendapat perhatian lebih." paparnya.

Di sisi lain, meskipun situasi perekonomian global masih tidak menentu, Thomas menyebut Prabowo tetap optimis tentang pertumbuhan ekonomi yang akan datang, sambil tetap waspada terhadap tantangan global yang ada.

"Apakah Pak Prabowo optimis? Tentu saja. Hampir semua penjelasannya tentang ekonomi mengakui bahwa kita memiliki potensi untuk mencapai 8 persen," katanya.

"Jadi, optimisme itu jelas ada dalam pikirannya, tetapi ia juga memahami bahwa kita harus tetap waspada terhadap kondisi global yang fragmentaris," lanjut Thomas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.