Lelang 7 Seri SUN Pemerintah Oversubscribed 2,07 Kali

AKURAT.CO Pemerintah menyerap dana Rp22 triliun dalam lelang 7 seri Surat Utang Negara pada tanggal 3 September 2024 yakni seri SPN03241204 (new issuance), SPN12250904 (new issuance), FR0104 (reopening), FR0103 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.
Nominal yang diserap tersebut mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2024, dan kondisi kas negara terkini. Direktur Surat Utang Negara DJPPR, Deni Ridwan mengatakan total penawaran yang masuk mencapai Rp45,49 triliun. Dengan demikian, lelang kali ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed 2,07 kali.
Jika dirinci, penawaran yang masuk tersebut terdiri dari Rp15,16 triliun untuk seri FR0104, Rp14,31 triliun untuk seri FR0103, Rp4,22 triliun untuk seri FR0097, Rp3,53 triliun untuk seri SPN12250904, Rp3,19 triliun untuk seri FR0098, Rp3,04 triliun untuk seri FR0102 dan Rp2,04 triliun untuk seri SPN03241204.
Baca Juga: Pemerintah Serap Rp19,3 T Dari Lelang SUN 31 Oktober 2023
Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan dalam lelang kali ini jumlah nominal dimenangkan untuk seri SPN03241204 dan seri SPN12250904 tidak ada yang dimenangkan.
Adapun seri seri FR0104 sebesar Rp8,7 triliun sementara itu seri FR0103 sebesar Rp9,25 triliun sedangkan seri FR0098 jumlah nominal dimenangkan sebesar Rp0,7 triliun dan seri FR0097 sebesar Rp1,9 triliun sedangkan seri FR0102 sebesar Rp1,4 triliun. Dengan demikian Pemerintah meraih sebesar Rp22 triliun dari lelang 7 seri SUN.
"Adanya indikasi soft landing ekonomi AS dengan tingkat inflasi PCE di AS yang stabil pada level 2,5 persen yoy mendorong meningkatnya ekpektasi pemangkasan suku bunga Fed Fund Rate sebesar 25bps dari sebelumnya 50bps. Minat investor pada lelang SUN hari ini masih cukup solid dengan indikasi total incoming bids mencapai 2,07 kali dari target indikatif. Sentimen positif berasal dari domestik dengan data inflasi bulan Agustus 2024 pada level 2,12 persen yoy atau terjaga dalam kisaran target 2,5±1 persen," paparnya Selasa (3/9/2024).
Ditambahkan, demand investor secara keseluruhan masih dominan pada SUN tenor 6 dan 11 tahun, dengan jumlah incoming bids dan awarded bids masing-masing sebesar 64,79% dari total incoming bids dan 81,59% dari total awarded bids.
Sementara animo investor asing pada lelang SUN hari ini juga masih sangat baik dengan total incoming bids mencapai Rp12,4 triliun. Mayoritas dari incoming bids tersebut berada pada SUN tenor 11 tahun sebesar Rp6,11 triliun atau 49,31% dari total incoming bids investor asing, dan dimenangkan sebesar Rp4,85 triliun atau 22,1% dari total awarded bids.
"Seiring dengan relatif stabilnya pasar SBN dalam dua pekan terakhir, Weighted Average Yield (WAY) obligasi negara yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini turun sebesar 2 hingga 4 bps apabila dibandingkan dengan level WAY lelang SUN sebelumnya," imbuhnya.
Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2024, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 17 September 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










