Sektor Sawit Sumbang Rp88,7 Triliun ke APBN

AKURAT.CO Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan melaporkan bahwa sektor komoditas perkebunan sawit berhasil menyumbang hingga Rp88,7 triliun terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023.
Menurut Analis Kebijakan Madya PKPN BKF, Nursidik Istiawan kontribusi tersebut terdiri dari pajak sebesar Rp50,2 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pungutan ekspor sebesar Rp32,4 triliun, dan Bea Keluar (BK) sebesar Rp6,1 triliun.
"Ini adalah dampak dari kebijakan yang mempengaruhi penerimaan negara," ucapnya di Belitung Timur, Selasa (27/8/2024).
Baca Juga: PNBP Sawit Tembus Rp15,8 Triliun per Juli 2024
Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa nilai ekspor sawit dan produk turunannya meningkat dari USD16,8 miliar pada tahun 2015 menjadi USD23,9 miliar pada tahun 2023.
"Di mana sebanyak 58 persen produksi CPO Indonesia tahun 2023 diekspor, dengan 90 persen di antaranya berupa produk olahan (refined) yang memiliki nilai tambah," paparnya kembali.
Mengacu lebih lanjut, Nursidik mengakui bahwa sejak tahun 2011 ekspor produk turunan sawit telah mengalami peningkatan signifikan. Bahkan hingga tahun 2023, hanya 10 persen dari ekspor sawit berupa CPO mentah, sementara 90 persen lainnya adalah produk turunan bernilai tambah lebih tinggi.
"Terjadi pergeseran sejak tahun 2010 hingga 2023, di mana terjadi peningkatan produksi turunan sawit," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










